Tren investasi pasar modal semakin melonjak dalam dua tahun terakhir. Salah satu produk investasi yang dilirik banyak investor pemula adalah reksadana pasar uang (RDPU).

Sejatinya, reksa dana memiliki banyak jenis. Setiap jenis reksa dana memiliki tingkat keuntungan dan risiko yang beragam. Reksadana pasar uang salah satu jenis yang memiliki risiko rendah.

Sebenarnya, apa dan bagaimana reksadana pasar uang itu?

Baca Juga: Tertarik Investasi Reksa Dana? Pahami Dulu Pengertian Nilai Aktiva Bersih

Pengertian Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang adalah produk reksa dana yang memiliki portofolio investasi dimana berisikan 100% instrumen pasar uang seperti deposito, sertifikat Bank Indonesia hingga obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun terakhir.

Menurut Investopedia, reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada instrumen jangka pendek yang sangat likuid. Reksadana pasar uang untuk menawarkan likuiditas tinggi kepada investor dengan tingkat risiko yang sangat rendah. 

Profil risiko yang cocok untuk berinvestasi pada reksadana pasar uang adalah tipe konservatif. Cocok bagi orang yang tidak berani mengambil risiko akan volatilitas instrumen investasi.

Manfaat dan Risiko Reksadana Pasar Uang

Dalam berinvestasi, selalu terdapat manfaat dan risiko yang datang bersamaan. Apa saja manfaat dan risiko yang harus dipahami?

Manfaat Investasi:

1. Salah satu jenis reksa dana yang dengan minimal investasi terjangkau, bisa dimulai dengan Rp50.000 bahkan beberapa Manajer Investasi menawarkan minimal Rp10.000

2. Berinvestasi pada reksa dana berarti mempercayakan uang yang dimiliki untuk dikelola secara profesional oleh manajer investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman

3. Praktis dan ringkas, investor yang membeli reksa dana tidak perlu melakukan analisis investasi yang begitu rumit

4. Likuid dan dapat dicairkan sewaktu-waktu pada hari bursa. Berbeda dengan jenis reksa dana lainnya

5. Jika terjadi penurunan yang dalam pada pasar saham maka RDPU tidak terkena efek penurunan nilai investasi yang dalam.

Risiko Investasi:

1. Risiko penurunan nilai investasi. Risiko ini didapatkan oleh investor akibat banyak hal seperti perubahan tingkat suku bunga yang mengakibatkan fluktuasi pengembalian instrumen pasar uang, wanprestasi dari bank atau penerbit surat berharga,serta force majeure

2. Risiko ekonomi dan politik. Kondisi perekonomian dan kebijakan politik di Indonesia dapat memberikan banyak perubahan investasi reksa dana.

3. Risiko pembubaran dan likuidasi. Risiko ini didapatkan ketika suatu produk investasi harus dibubarkan oleh Manajer Investasi.

4. Diantara jenis reksa dana lainnya, jenis RDPU ini memiliki tingkat risiko rendah dikarenakan portofolio investasinya berisikan produk-produk keuangan yang dengan risiko rendah pula seperti deposito

Daftar 5 Produk Reksadana Pasar Uang Terbesar (Update Agustus 2021)

Terdapat banyak produk reksa dana yang memiliki berbagai macam besaran dana kelolaan. Berikut 5 nama produk reksadana pasar uang yang terbesar dari sisi dana kelolaan.

1. Mandiri Investa Pasar Uang

Produk kelolaan Mandiri Manajemen Investasi memiliki dana kelolaan terbesar senilai Rp15,45 triliun. Hingga saat ini masih memiliki dana kelolaan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

2. Batavia Dana Kas Maxima

Produk kelolaan Batavia Prosperindo Aset Manajemen ini mengelola dana sebesar Rp6,90 triliun.

3. Sucorinvest Money Market Fund

Produk kelolaan Sucorinvest Asset Management ini dengan dana kelolaan sebesari Rp6,59 triliun

4. Bahana Dana Likuid

Produk kelolaan Bahana TCW Investment Management ini dengan dana kelolaan sebesar Rp6,19 triliun.

5 . Manulife Dana Kas II Kelas A

Produk kelolaan Manulife Asset Manajemen Indonesia dengan dana kelolaan sebesar Rp4,5 triliun

Asset Under Management (AUM) / jumlah dana kelolaan menjadi penting bagi investor karena ada dua alasan yang mendasarinya. investor melihat transparansi atas kinerja manajer investasi yang sebenarnya dari waktu ke waktu. 

Dana kelolaan yang semakin besar akan menunjukkan bahwa produk reksa dana tersebut disukai atas kinerja dan kepercayaan masyarakat semakin baik. Besaran dana kelolaan dapat menjadi salah satu faktor dalam memilih produk reksa dana.

Simulasi Investasi

Pada tanggal 15 November 2021, Diestra menginvestasikan uang sebesar Rp 10 Juta ke produk Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang dengan NAB Rp 1.576.

Maka diestra akan mendapatkan unit sebesar 6.345 hasil dari pembagian Rp 10 Juta dengan nilai NAB.

Pada tanggal 15 Maret 2022 kinerja investasi reksa dana meningkat sehingga menjadi NAB Rp 1600.

Sehingga, diestra yang memiliki unit sebesar 6.345 dikali dengan nilai NAB terkini yaitu Rp 1.600 maka hasil investasi Diestra yang awal Rp 10 juta menjadi Rp 10.152.000

Diestra mendapatkan keuntungan sebesar Rp 152rb (hasil investasi akhir kurangi investasi awal)

Kalau kamu mau update berita tentang keuangan seperti harga emas, investasi atau lainnya bisa buka website sakumas.com