Perbedaan investasi dan trading saham kerap menjadi pertanyaan besar bagi sebagian pemula. Harus kamu ketahui dalam dunia saham terdapat dua metode popular yang kerap diikuti sebagian besar pelaku pasar.

Investasi atau trading merupakan kedua metode yang mana keduanya sama – sama memiliki tujuan untuk menambah kekayaan. Walaupun lahir dengan tujuan yang sama, namun kedua metode ini dapat dikatakan sangat berbeda, baik itu dari segi prinsip, strategi, maupun risikonya.

Untuk tahu lebih dalam mengenai dua metode keuangan ini, kamu bisa menyimak ulasan berikut.

Baca Juga: Aplikasi OCTO Mobile :#Beneran Ngebantu Kebutuhan Keuangan dan Investasimu

Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Terdapat beberapa perbedaan mendasar dalam metode investasi dan trading dalam dunia saham. Apa saja perbedaan tersebut?

Metode Investasi (Investing)

Investasi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk membeli dan menyimpan saham (dalam jangka waktu panjang) yang kemudian akan dijual kembali nantinya dengan harapan mendapatkan keuntungan yang besar.

Adapun poin – poin yang menjadi fokus seorang investor dengan metode investasi diantaranya:

a. Prinsip

Buy and hold adalah prinsip yang dipegang erat oleh para investor saat berinvestasi, dimana mereka akan membeli saham dan menahannya untuk jangka waktu yang lama terlepas dari fluktuasi yang sedang terjadi di pasar.

Sehingga, secara tidak langsung investor yang menerapkan strategi ini cenderung tidak memiliki perhatian terhadap pergerakan harga jangka pendek dan juga indikator teknis.

Contoh kamu membeli saham PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada harga Rp 4000 per lembar di tahun 2020. Dengan metode investasi maka kamu akan menjual saham BBRI dengan jangka waktu lebih dari satu tahun.

b. Strategi

Dengan jangka waktu yang cukup panjang, investor sangat memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi saham. Mereka cenderung memilih saham perusahaan yang sehat dan kualitas kinerja yang baik dengan analisis fundamental saham yang kokoh.

Biasanya para investor yang menggunakan metode investasi ini lebih jago dalam membaca dan menganalisis laporan keuangan. Sehingga setiap keputusan investasinya berdasarkan kinerja keuangan perusahaan.

c. Risiko

Risiko yang terdapat pada investasi umumnya ada 2 yaitu risiko counter party dan partial fills.

Risiko counter party timbul ketika seorang investor membutuhkan pihak lain untuk membeli aset ketika investor tersebut tengah menjualnya, demikian pula sebaliknya. Sedangkan risiko partial fills adalah risiko yang terjadi apabila aset seorang investor hanya berhasil terjual sebagian.

Metode Trading

Trading adalah kegiatan untuk membeli dan menyimpan saham dalam jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan dengan investasi. Namun tujuannya tetap sama, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang besar dari selisih harga beli awal dengan harga jual saham.

Poin – poin yang menjadi fokus seorang trader (julukan bagi investor yang menggunakan metode trading) tidak berbeda jauh dengan metode investasi, hanya saja metode / teknik yang berlaku di dalamnya yang mampu membedakan diantara keduanya, yaitu :

a. Prinsip

Untuk seorang trader, prinsip yang digunakan ialah buy and sell, dimana mereka cenderung memanfaatkan fluktuasi harga untuk bisa mendapatkan keuntungan dari selisih jual beli saham, sehingga dalam hal ini mereka akan lebih memilih analisis teknikal saham untuk bisa mengetahui pergerakan harga saham.

Selain itu, mereka juga akan membeli saham dari perusahaan yang memiliki potensi kenaikan harga dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Contoh kamu membeli saham PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada harga Rp 4300 per lembar di bulan Oktober 2021. Dengan metode investasi maka kamu akan menjual saham BBRI dengan jangka waktu November 2021 atau kurang dari itu (dapat mingguan, harian, bahkan selisih beberapa jam)

b. Strategi

Dalam hal ini trader akan lebih memfokuskan strategi mereka pada pandangan(sentimen) dan kondisi pasar dibandingkan performa laporan keuangan perusahaan yang akan mereka beli.

Sehingga strategi dan rencana pada seorang trader akan lebih terarah dan jelas karena mereka tidak menahan dalam waktu yang lama. Bahkan, jika harga pasar saham sedang turun, mereka memilih untuk tidak membeli saham sampai dengan kondisinya kembali normal.

c. Risiko

Sama dengan investasi, trading juga memiliki 2 risiko yang harus dihadapi oleh para trader, diantaranya risiko capital loss dan counter party.

Untuk risiko capital loss sendiri terjadi ketika harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli, sedangkan risiko counter party memiliki kondisi yang sama dengan investasi, yaitu risiko yang timbul ketika seorang investor membutuhkan pihak lain untuk membeli aset ketika investor tersebut tengah menjualnya, demikian pula sebaliknya.

Nah, itulah beberapa ulasan mengenai perbedaan investasi dan juga trading saham. Semoga, dengan ulasan diatas bisa membuka wawasan baru sekaligus menambah pemahaman kamu terkait investing dan juga trading.

Tetap semangat! Dan jangan pernah lelah untuk belajar hal baru, sebab sesuatu yang baru akan menambah tingkatan tanggamu untuk menuju kesuksesan.