Salah satu momok atau risiko yang paling ditakuti dalam menjalankan sebuah bisnis adalah terjadinya kebangkrutan. Risiko kebangkrutan ini selalu dapat mengintai semua perusahaan yang dapat terjadi kapanpun baik perusahaan startup maupun perusahaan yang sudah mapan sekalipun. Salah satu cara untuk melihat risiko kebangkrutan dengan menggunakan Rumus Altman Z Score.

Risiko kebangkrutan saat ini besar apalagi ditambah kondisi seperti saat ini akibat pandemi virus corona banyak perusahaan yang mulai memasuki masa-masa financial distress.

Baca Juga: 4 Pelajaran Kesalahan Dalam Mengelola Portofolio Investasi Saham

Apa yang dimaksud dengan financial distress? 

adalah fenomena yang menunjukkan tren penurunan kinerja keuangan sebuah perusahaan. Biasanya, financial distress merupakan tahap awal sebelum terjadinya kebangkrutan.

Terdapat 5 model dalam mengukur tingkat financial distress yaitu:

  1. Beaver Model
  2. Altman Z Score
  3. Wilcox Model
  4. Blum Marc’s Failing Company Model
  5. L.C Gupta Model

Salah satu model yang paling populer dalam dunia akademisi yaitu model Altman Z-Score. Nah, model ini lah yang dapat digunakan untuk memprediksi apakah sebuah perusahaan sedang mengalami kebangkrutan atau tidak yang dilihat dari laporan keuangannya dan memiliki kecenderungan akan mulai pailit.

Altman Z-Score dinyatakan dalam bentuk persamaan linear yang terdiri dari 5 koefisien “T” (khusus perusahaan manufaktur) yang mewakili rasio-rasio keuangan tertentu, yakni:

Z = 1,2 T1 + 1,4 T2 + 3,3 T3 + 0,6 T4 + 0,99 T5

Di mana:
T1= modal kerja neto / total aset
T2= saldo laba / total aset
T3= EBIT / total aset
T4= nilai pasar terhadap ekuitas / nilai buku terhadap total liabilitas
T5= penjualan / total aset

Dengan ketentuan sebagai berikut:

Bila Z > 2.99 = zona “aman
Bila 1.81 < Z < 2.99 = zona “abu-abu
Bila Z < 1.81 = zona “distress

Jika perusahaan masuk dalam koefisien kurang dari 1,81 menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan sedang bermasalah.

Dalam tulisan kali ini saya akan menggunakan contoh perusahaan sektor manufaktur sub sektor aneka industri (otomotif) yang sudah mengeluarkan laporan keuangan Q2 2020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menilai tingkat financial distress menggunakan model Altman Z-Score. Pandemi virus corona yang memukul industri otomotif menjadi salah satu alasan penelitian ini dilakukan. 

Kira-kira bagaimana dampaknya terhadap keadaan keuangan perusahaan saat pandemi seperti saat ini?

Berikut contoh penggunaan rumus Altman Z Score pada perusahaan Astra Internasional (ASII)

Sumber: dokumen pribadi

Terlihat dari hasil penggunaan rumus Altman Z Score bahwa Astra Internasional saat ini berdasarkan laporan keuangan Q2 2020 memiliki score 2,39 yang dimana jika sesuai dengan ketentuan rumus tersebut saat ini sedang memasuki zona abu-abu yang berarti secara laporan keuangan perusahaan mulai terdapat potensi kebangkrutan. Kondisi ini didukung dari pandemi virus corona yang menyebabkan industri otomotif memiliki potensi kebangkrutan yang lebih besar akibat sudah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang menyebabkan kondisi bisnis lesu dan juga peraturan social distancing sehingga orang-orang lebih banyak tidak bepergian dan lebih memilih di rumah.

Ketika pandemi virus corona ini berakhir dan masyarakat Indonesia dapat beraktifitas kembali normal maka kinerja Astra Internasional dan risiko kebangkrutanpun lebih rendah dapat kembali ke semula. 

Buat kamu yang penasaran ingin melihat cara penghitungan rumus ini maka saya upload file excel yang bisa kamu unduh disini

Ada yang mau ditanyakan? silahkan komentar dibawah ya 🙂

Sumber: https://accounting.binus.ac.id/
Sumber: https://parahita.wordpress.com/