Virus corona akhir-akhir ini selalu menjadi topik pembicaraan pertama diberbagai lapisan masyarakat seluruh dunia. Dampak virus ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan hari. Selain dapat menyebabkan kematian, dampak virus ini juga menyerang hampir semua sektor bisnis dan juga nilai investasi bagi pemilik unit link yang tidak memiliki strategi dalam mengelola portofolio investasinya.

Dampaknya mulai terasa di pertumbuhan ekonomi Q1 tahun 2020 yang hanya mencatatkan sebesar 2,97% yang dimana jauh menurun bahkan hampir setengah dari pertumbuhan ekonomi Q1 tahun 2019 sebesar 5,07%. Potensi akan lebih besar mengalami penurunan pada Q2 tahun 2020 ketika diterapkan peraturan-peraturan untuk membatasi penyebaran virus ini.

Strategi Investasi Unit Link
Sumber: yahoo finance

Baca Juga: 4 Pelajaran Kesalahan Dalam Mengelola Portofolio Investasi Saham

Pada pasar saham, dampak virus corona ini juga terasa. Berdasarkan data diatas penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terendah sempat menyentuh level dibawah 4.000 kemudian mulai menunjukkan rebound bergerak pada level sekitar 4.500-5.000. Secara year to date masih menunjukkan penurunan sebesar 21,55%.

Artinya, banyak investor asing maupun dalam negeri terus menerus melakukan penjualan saham untuk mengurangi kepemilikan aset berisiko seperti saham yang dampaknya membuat harga-harga saham semakin mengalami penurunan. Muncullah panic selling yang membuat orang-orang lebih memilih aset yang lebih aman.

Akibat IHSG mengalami penurunan, produk-produk seperti unit link juga mengalami dampaknya. Kenapa? karena produk unit link adalah produk asuransi yang juga memiliki manfaat investasi dan juga memberikan manfaat investasi. Sehingga nilai investasi pada unit link pun berkurang. Perlu kamu ketahui, bahwa ketika nilai investasi pada unit link mengalami penurunan karena akibat pasar saham dan obligasi Indonesia juga sedang mengalami penurunan.

Market yang sedang tidak menentu seperti saat ini membuat saya penasaran apa saja yang harus dilakukan jika ada pembaca blog ini sedang memiliki produk unit link. Rasa penasaran saya terjawab saat saya mengikuti Media & Bloggers Gathering bersama Prudential Indonesia – Investment Highlight and Market Outlook 2020: Life with COVID-19. 

Strategi Investasi Ala Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia

Dalam acara tersebut saya berkesempatan untuk belajar langsung dengan Chief Investment Officer Prudential Indonesia Ibu Novi Imelda dan Chief Executive Officer Prudential Indonesia Bapak Alan. Dari paparan yang beliau-beliau sampaikan bahwa saat ini unit link Prudential Indonesia dikelola oleh fund manager ternama yaitu Eastspring Investment Indonesia.

Dalam mengelola dana investasi nasabah dengan kondisi market seperti saat ini Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dengan menerapkan pemilihan investasi saham yang kuat berdasarkan analisis fundamental dengan masuk ke sektor-sektor yang diprediksi masih bisa bertahan dengan keadaan saat ini. Sedangkan untuk obligasi lebih memilih obligasi pemerintah yang tingkat risikonya lebih rendah jika dibandingkan obligasi perusahaan.

Jika dilihat dari strategi investasi yang dilakukan oleh fund manager, maka kedepannya produk unit link yang dikelola masih akan dapat bertahan lebih baik karena menggunakan dasar strategi yang memiliki risiko jauh lebih minim. Pada dasarnya, strategi yang diterapkan ini akan mulai menunjukkan hasil yang bagus dengan jangka menengah dan jangka panjang. Pergerakan naik turun dalam jangka pendek akan selalu ada apalagi ditengah ketidakpastian saat ini.

Sebagai bentuk transparansi kepada nasabah, Prudential Indonesia dalam laporan tiap bulannya memberikan informasi kepada nasabah berupa Fund Fact Sheet TOP 10 yang dimana nasabah dapat melihat 10 besar pengelolaan dana investasi ditempatkan pada aset apa saja. Strategi ini juga memberikan pandangan kepada semua nasabah bagaimana kondisi kenaikan dan penurunan nilai investasi pada unit link

Apapun produk investasi yang kamu miliki, tetap berfokus pada jangka waktu investasi dan tujuan yang sudah direncanakan awal. Jika memang bertujuan jangka panjang maka apapun yang terjadi dalam jangka pendek tidak akan terlalu berpengaruh signifikan.

Kalau ditengah pandemi seperti saat ini, strategi investasi apa yang kamu gunakan? 

Tulis di kolom komentar ya! 🙂