Pada bulan lalu April 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan indeks baru yang diberi nama Indeks IDX-MESBUMN. Indeks tersebut merupakan bentuk sinergi BEI dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Diharapkan peluncuran indeks tersebut dapat menjadi salah satu indikator peranan pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah.
Berbeda dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang berisikan seluruh saham yang termasuk kategori syariah yang berjumlah 403 saham (daftar saham syariah dapat dilihat disini), IDX-MESBUMN ini melakukan penyaringan kembali dengan berbagai syarat hingga tersisa lah 17 saham.
Pemilihan 17 saham syariah tersebut mengedepankan beberapa prinsip seperti memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.
Indeks IDX-MESBUMN ini sangat cocok bagi para investor yang mengedepankan kesyariahan dalam berinvestasi saham khususnya di pasar modal syariah. Selain itu, juga dapat mengukur kinerja harga saham dari 17 saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Apa saja daftar 17 saham syariah yang termasuk pada indeks tersebut?
Baca Juga: 4 Hal Yang Harus Kamu Pahami tentang Pasar Modal Syariah
Daftar Saham Indeks IDX-MESBUMN
| No | Nama Perusahaan | Kode Saham |
| 1 | Aneka Tambang Tbk | ANTM |
| 2 | Bank Syariah Indonesia Tbk | BRIS |
| 3 | Elnusa Tbk | ELSA |
| 4 | Indofarma Tbk | INAF |
| 5 | Kimia Farma Tbk | KAEF |
| 6 | Perusahaan Gas Negara Tbk | PGAS |
| 7 | PP Presisi Tbk | PPRE |
| 8 | Bukit Asam Tbk | PTBA |
| 9 | PP (Persero) Tbk | PTPP |
| 10 | Semen Baturaja (Persero) Tbk | SMBR |
| 11 | Semen Indonesia (Persero) Tbk | SMGR |
| 12 | Timah Tbk | TINS |
| 13 | Telkom Indonesia Tbk | TLKM |
| 14 | Wijaya Karya Bangunan Gedung | WEGE |
| 15 | Wijaya Karya (Persero) Tbk | WIKA |
| 16 | Waskita Beton Precast | WSBP |
| 17 | Wijaya Karya Beton Tbk | WTON |
Metode Perhitungan
Penghitungan indeks IDX-MES BUMN 17 menggunakan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted.
Penerapan metode tersebut dengan menerapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 20 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Adapun, indeks ini telah dihitung dengan nilai awal 100.
Evaluasi berkala atas indeks terdiri dari evaluasi mayor dan evaluasi minor. Evaluasi mayor yang bertujuan untuk melakukan pemilihan dan pembobotan ulang atas konstituen indeks, akan dilakukan pada akhir Mei dan November.
Sedangkan evaluasi minor yang bertujuan untuk memperbaiki faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham, akan dilakukan pada akhir Februari dan Agustus

Dari garis grafik diatas kamu dapat melihat bagaimana kinerja indeks tersebut kedepannya. Saat ini baru terdapat 3 indeks syariah yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), dan Jakarta Islamic Index (JII).
Semoga kedepannya pasar modal syariah Indonesia dapat lebih maju lagi! 🙂

Leave a Reply