Dalam memilih dan meminjam dana selalu ada resikonya, baik dari bank, pegadaian, maupun jasa pinjaman online. Bank dan pegadaian jelas sudah berupa lembaga yang terpercaya dan paling ketat diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka tidak heran jika mengajukan permohonan untuk meminjam dana kepada bank melibatkan banyak dokumen, syarat, dan waktu cair dana tersebut pun bisa dalam hitungan mingguan.

Dengan menjamurnya jasa pinjaman online yang kian populer karena kemudahannya untuk mengajukan pinjaman, pasti netizen tidak dapat menggunakan jasa ini seenaknya tanpa mengetahui risikonya. Berikut adalah tips terpercaya untuk memilih dan menghindari jasa pinjaman online yang merugikan. 

1. Periksa dahulu otoritas jasa online tersebut

Sekarang sudah sangat mudah untuk seseorang membuat aplikasi dan mengunggahnya di webstore terpercaya. Namun, bukan berarti aplikasi ini dibuat oleh sebuah perusahaan online terpercaya. Periksa dahulu bahwa perusahaan itu mempunyai 1) lokasi fisik dengan alamat dan izin usaha, 2) situs resmi dengan lambang OJK dan angka resminya, 3) customer service yang tanggung jawab.

Setelah mempersempit pilihan Anda, Anda tidak perlu khawatir tentang keamanan. Sekarang untuk mengevaluasi kualitas calon-calon jasa pinjol pilihan Anda, Anda cukup melihat rating-nya dan ulasan dari pengguna yang lain. Ulasan hampir tidak pernah berbohong. Semakin banyak ulasan yang ada, semakin banyak orang yang sudah menggunakan jasa tersebut dan Anda bisa dapat gambaran yang lebih jernih.

2. Kebijakan penggunaan data pribadi

Semua lembaga keuangan pasti meminta Anda untuk mencantum data pribadi Anda, seperti nama, alamat, nomor KTP, slip gaji, dan lain-lain. Anda mungkin tidak perlu bertanya-tanya lagi soal bagaimana data Anda bakal digunakan oleh bank dan lembaga keuangan yang resmi. Namun untuk jasa pinjaman online, Anda perlu berpikir dua kali. Perlu diketahui bahwa ada beberapa kasus di mana seorang nasabah tidak mampu untuk membayar hutang pada waktunya, dan jasa peminjam yang memiliki data pribadi orang itu ternyata mengkerahkan preman atau debt collector untuk menerorkan orang itu.

Padahal sudah tercantum di UU ITE (2008) dalam Pasal 27 dan Pasal 29 bahwa menggunakan data pribadi seseorang untuk melanggar hak pribadinya dan mengancam atau memeras orang tersebut adalah tindakan kriminal. Anda disarankan untuk membuat screenshot halaman yang menjelaskan kebijakan penggunaan data pribadi sebagai bukti yang bisa diajukan kepada pengacara negara jika yang paling buruk terjadi.

3. Resiko meminjam harus berbanding lurus dengan jumlah uang yang dipinjam

Artinya, jika Anda ingin meminjam sebanyak, misalnya, 10 juta, maka berilah Anda waktu yang cukup untuk melunasinya sesuai gaji Anda. Misalkan pemasukan Anda 10 juta per bulan, dan setelah membayar semua biaya masih tersisa 3 juta per bulan, maka berilah Anda waktu sekitar 12 – 15 bulan untuk melunasi pokok dan bunganya. Dengan ini Anda masih dapat menabung dan melunasi hutang pada waktu yang sama.

Pada umumnya jasa pinjaman online membebani bunga lebih tinggi dibanding bank untuk pinjaman dengan tenor pendek dan dana yang tidak melebihi 5 juta. Yang Anda perlu waspadai adalah bunga yang membengkak karena Anda telat bayar. Ini sebenarnya tindakan kriminal dan jasa pinjaman online yang legal tidak akan melakukan itu. Tentukan seberapa jumlah uang yang Anda ingin pinjam dan evaluasikan resiko yang bakal ada di tangan Anda. 

Credy Indonesia adalah jasa pinjaman online terpercaya yang sudah bergerak di beberapa negara Asia bagian tenggara dan selatan, termasuk India, Singapura, dan Malaysia. Dengan Credy Indonesia, meminjam uang untuk permodalan usaha sangat mudah.