11/08/2022
terpesona saham

Businessmen trading stocks online. Stock brokers looking at graphs, indexes and numbers on multiple computer screens. Colleagues in discussion in traders office. Business success concept.

Mungkin dibilang “TERPESONA” ada benarnya, namun yang pasti saat ini kedukaan mendalam dirasakan di Negeri kita tercinta. Semoga Korban Bencana di Indonesia yang terdampak dapat cepat pulih dan cepat bangkit kembali. Amiinn .

Apa maksud “TERPESONA” tadi, BEI (Bursa Efek Indonesia) merilis ada kenaikkan investor yaitu penambahan jumlah investor baru di dunia pasar modal , berdasarkan data KSEI jumlah peningkatan investor baru menjadi 3,8 juta investor per tahun 2020,dimana investor saham naik sebesar 53 persen menjadi 1,68 juta SID,  dimana mayoritas nya adalah usia milennial dibawah 30 tahun yang melakukan pembukaan akun menggunakan selling agent Fintech (Financial Technology).

Baca Juga: Perspektif Baru Bisnis dan Ekonomi ala Warta Ekonomi

Drama Start-Up

Fenomena  yang luar biasa, saya masih ingat di sekitar bulan Oktober, November dan Desember tahun 2020 dimana anak2 milennial sangat menggilai drama korea berjudul “START UP”. Saya pun ikut menonton serial tersebut yang ditayangkan di NETFLIX, hampir setiap minggu mereka menunggu tampilnya Han Ji Pyeong atau Nam Do San lalu mereka buat hashtag #timhanjipyeong# atau #timnamdosan# di masing2 media sosial mereka masing2.

Dimana Han Ji Pyeong sebagai seorang pemuda yang sukses bekerja di sebuah perusahaan investasi, yang latar belakang nya adalah seorang pemuda dengan analisa yang cukup baik dapat melakukan investasi di dunia Pasar Modal khususnya saham yang membuat dia mendapatkan keuntungan mejadi 10 kali lipat dari modalnya, yang ternyata modal tersebut adalah uang dari nenek Seo Dal Mi.

Memang, film ini menjadi salah satu pendorong anak-anak muda milenial kita mencari tau tentang apa itu “Saham”. Berpikir mereka mungkin bisa mengikuti Han Ji Pyeong tersebut, bukan bermaksud mengindahkan sosok Nam Do San seorang IT yang hebat dan juara Olimpiade Matematika waktu sekolah, namun saya ingin melihat sosok  Han Ji Pyeong dari sisi dunia keuangan (investasi) nya , dalam hal ini produk Saham.

Momentumnya memang tepat, disaat kondisi pasar modal kita (IHSG : Indeks Harga Saham Gabungan) saat itu tertekan di level dibawah 6000 persisnya rentang 4800-5000 bulan Oktober 2020. Banyak yang menilai inilah momentum tepat agar bisa ber investasi saham. Hampir semua sekuritas merasa banyak membuka rekening akun baru, sampai ada CS (customer service) sebuah perusahaan sekuritas resign karena terlalu banyak yang membuka akun baru hingga saat ini. Sampai tidak kuat menerima akun baru tersebut, apalagi saat kondisi pandemi seperti ini, dan inilah yang terjadi di dunia Pasar Modal Indonesia.

Sampai- sampai semua yang kenal saya, mulai dari teman lama, saudara , saudaranya teman, dan kerabat dekat saya yang lainnya , yang sudah 7 purnama nggak pernah contact, tiba-tiba menghubungi saya untuk diajarkan caranya beli Saham. Shock Man! apa ini yang terjadi. Akhirnya satu-persatu mereka cerita, teman dekatnya di kantor melakukan beli saham dan untung besar, lalu dia cerita ada temannya  yang sampai menggadaikan kendaraan dan rumahnya untuk beli saham. Udah mulai kelas berat nih istilah pertinjuan, itulah alasan mereka ingin ikut merasakan keuntungan dari saham tersebut.

Namun, siapa yang akan tau IHSG akan kembali ke level diatas 6000 atau kembali ke level dibawah 5000 (karena pada bulan Oktober 2020 IHSG berada di rentang 4800-5000) ,”Hanya Tuhan dan Market Maker” yang tau. Begitulah jawaban kalo anak pasar modal bicara kepada rekannya yang bekerja di industri pasar modal juga.

Influencer Saham

Tapi untuk kali ini jawaban itu kurang tepat , karena ada pemain baru yaitu “INFLUENCER SAHAM”. Ya inilah dia bukan cuma di sektor kecantikkan aja ada influencer, kini saham pun tak luput dari influencer yang melakukan pom-pom dan melakukan posting di media sosial miliknya dan dengan bangga mencantumkan “MOLOGY “ dibelakangnya dan dengan waktu yang singkat beberapa pom pom nya naik signifikan.

Ramai-ramai investor baru yang tidak tau alasan membeli saham pun, akhirnya ikutan membeli saham tersebut. Setelah mereka mendapatkan keuntungan dari hasil tersebut, lalu mereka pamerkan ke media sosial pribadi miliknya dan ada juga mereka share ke teman-temannya.

Dampak nya luar biasa, semakin banyak yang melihat semakin banyak diburu investor. Semakin meningkat permintaan, maka semakin meningkat pula harga saham tersebut (hukum ekonomi). Sebenarnya tak ada yang salah dengan investor untuk membeli saham, namun yang belum mereka pahami adalah analisa apa yang digunakan untuk membeli saham tersebut.

Terpesonamology

Teori Investasi Saham apa yang dipakai oleh mereka: apakah Analisa Fundamental, Analisa Teknikal, atau analisa ikut-ikutan yaitu TERPESONA MOLOGY.

YES ini sebenarnya yang saya mau tanyakan ke pembuat cerita START UP, kenapa anda tak ceritakan analisa apa yang dipakai Han Ji Pyeong gunakan sehingga dia dapat mengelola uang nenek Dal Mi menjadi sepuluh kali lipat, jangan2 Han Ji Pyeong menggunakan Analisa TERPESONAMOLOGY dan  melakukan joget-joget nyanyi “TERPESONA AKU TERPESONA”

Saya akui kehebatan drama korea tersebut dapat menggiring masyarakat indonesia dengan drama-dramanya, dan secara tidak sadar menyerang kita di segala lini, mulai dari KPOP,Drakor,pemilik perbankan, perusahaan sekuritas, lalu berencana ke baterai listrik untuk teknologi dan yang lainnya yang saya tidak tau. Ayo kita harus bangkit dari serangan-serangan mereka yang tidak kita sadari.

Mulailah ambil pelajaran-pelajaran yang terbaik dari mereka seperti : kemampuan berpikir kritis , problem solving , kreatif & inovatif ,team work yang solid , dan sesungguhnya mereka pun adalah manusia-manusia yang ber etos kerja sangat gila (karena saya pun pernah bekerja di perusahaan korea).

So bagi adik-adik juniorku yang baru masuk investasi saham dan terpesona saham, pertama pahami sektor industri nya, siapa pemilik saham tersebut, kenali track recordnya, barulah mulai belajar membaca laporan keuangan karena anda sebagai generasi muda. Anda suatu saat akan menjadi CEO di bidang masing masing pekerjaan, dan secara tidak langsung anda harus mengerti membaca laporan keuangan untuk memajukan perusahaan anda.

Untuk kalian yang sudah terpesona dengan influencer saham dan mereka hilang disaat saham kalian merugi itu adalah konsekuensi pelajaran yang sangat mahal bagi anda. Semoga masalah yang baru anda alami cepat berlalu dan menjadi kuat untuk menjadi HEBAT…

Dan PERCAYALAH “START UP” itu hanya drama, Bukan Sebenarnya…

Selamat Datang ke Dunia Sebenarnya…

SALAM,
Tata Agung Hidayat
VP Wahed Invest Indonesia
(Pengamat dan Pengajar Sekolah Pasar Modal)

14 thoughts on “Terpesona Saham dan Realita Kondisi Pasar Modal Saat Ini

  1. Hmm… iya juga sih
    Drakor startup itu kayak membius dan bikin orang terpesona buat main saham, masalahnya tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, lihatnya hanya kesuksesan Pak Han aja. Padahal yo ndak ada yang instant di dunia ini. Mie aja kudu rebus air dulu, ada prosesnya baru bisa dimakan. Tak benar-benar instan hehe
    Sama seperti terpesonanya pada start up. Banyak yang yang ujug-ujug pengen bikin start up juga jadinya, tanpa perencanaan matang

    Di satu sisi fenomena ini bagus. Artinya banyak yang tertarik untuk usaha
    Di sisi lain ya itu tadi, pengennya instan
    Semoga kedepannya banyak yang mau belajar, kuatin bekalnya dulu baru mulai. Biar gak kagok dan mentalnya teruji. Gak langsung lembek saat gagal

  2. Saya ga ikuti drakor start-up, tapi memang demamnya sangat masif. Tokoh dan ceritanya sering terdengar jadi bahan percakapan di mana-mana. Dunia investasi saham memang menguat belakangan ini, setidaknya beberapa teman ada yang senang banget dan sering memamerkan hasilnya, apalagi selama pandemi pada suka investasi. Saya pribadi sih belum berani masuk ke arena yang tak saya pahami. Mungkin nanti kalau ada dana nganggur hehe. Terima kasih atas pencerahannya.

  3. baru tahu lho kalau saham pun sekarang ada Influencer nya gitu yaaa..
    jadi makin banyak nih nanti yang ikut bermain saham, tapi sebelum investasi saham harus tahu dan paham benar ya tuk membaca laporan keuangan gitu sebagai kuncinya.

  4. Aku juga enggak sepakat dengan peran influencer saham itu. Tahu sendiri, sebagian milenial senang berpikir instan, jadi tahunya keuntungan tanpa paham sektor industrinya, pemilik sahamnya, track recordnya, ga mau belajar membaca laporan keuangannya dulu..dst. Akhirnya mesti terima konsekuensinya.
    Semoga edukasi perihal saham ini makin membumi seperti pencerahan dari artikel di blog ini

  5. Wah tak selamanya membaca artikel tentang saham itu berat ya kak, disini seperti mudah dan mengalir gitu apalagi ada backsound “terpesona aku terpesona “

  6. ternyata ngaruh banget ya film start up, anak2 muda jadi berbondong-bondong main saham supaya bisa jadi ky Han Ji Pyeong, tapi memang apapun itu, harus ada ilmunya, bukan hanya sekedar ikut2an tren aja ya

  7. Iya ya, belakangan ini banyak kenalan yang mulai coba coba main saham.

    Drama korea Start Up ini memang membius dan bikin penontonnya heboh mendukung Dal Mi. Bahkan sampai gaun yang Dal Mi pakai di pesta pernikahannya saja ikut menjadi tren juga.

  8. Melihat film yang mengangkat tema keuangan jadi membuat literasi keuangan masy. terbuka dan pastinya ada pelajaran yang bisa diambil . Syukur2 yang nonton tergerak untuk menjadi lebih produktif karena terinspirasi cerita di film hehehe

  9. Sepertinya menarik. Jujur sebelumnya aku belum pernah main saham sekali. Kira2 butuh modal berapa ya kak

  10. Drakor itu emang berperan hebat bisa ubah mindset org2 Indonesia saking tergila2nya sama suatu film. Saya malah gak invest samsek selama pandemi. Uang untuk keperluan bulanan masih aman udah Alhamdulillah bgt hehe

  11. Iya tuh, Start Up jadi kayak tontonan wajib penggemar drakor ya. Sampai ada dua tim yang saling mengunggulkan tokoh idolanya. :)) Semoga saja anak-anak muda yang berniat menekuni dunia saham bisa makin cerdas memilih dan menelusuri track record yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.