Pengertian Sukuk Tabungan (ST) secara sederhana adalah salah satu jenis Surat Berharga  Syariah Negara (SBSN) yang dikelola dengan prinsip islami . SBSN ini telah diatur oleh negara melalui Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2008 sehingga telah resmi menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat umum yang diatur negara seperti Sukuk Tabungan 007. 

Menurut bareksa.com Sukuk adalah bukti kepemilikan sebagian aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan merupakan surat utang. Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis. 

Baca Juga: Cari Investasi yang Lebih Aman? Obligasi Syariah Ini Layak Kamu Pertimbangkan!

Bagaimana saat terjadinya waktu jatuh tempo?

Tenang saja, pemerintah akan mengembalikan uang pokok kita secara utuh dan aset negara pun kita kembalikan. 

Tidak berbeda jauh dengan “tabungan” di bank seperti deposito, sukuk ini relatif singkat untuk masa berlakunya yaitu dua tahun. Berbeda dengan jenis sukuk lainnya dapat lebih dari dua tahun.

Relatif singkat bukan?

ST ini cocok bagi yang masih awam mengenai dunia sukuk tetapi sudah berniat untuk mencoba. Pemesanan ST pun sangat terjangkau yang dimana dimulai dari 1 juta yang berarti 1 unit dengan kelipatan 1 juta hingga 3 milyar yang berarti 3.000 unit per masing-masing individu. 

Sukuk Tabungan dapat menjadi alternatif investasi bagi siapapun yang ingin bebas dari unsur riba, maysir dan gharar serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Selain itu, ST ini pun sudah resmi dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Indonesia yang dapat kamu baca-baca disini secara lengkap.

Daftar Sukuk Tabungan

Sukuk TabunganTanggal PenetapanJatuh TempoTenorImbalan (persen)
ST-00107-09-201607-09-20182 tahun6,90
ST-00227-11-201810-11-20202 tahun8,30
ST-00325-02-201910-02-20212 tahun8,15
ST-00424-05-201910-05-20212 tahun7,95
ST-00526-08-201910-08-20212 tahun7,4
ST-00626-10-201910-10-20212 tahun6,75

Selama ini pemerintah sudah mengeluarkan beberapa Sukuk Tabungan seperti tabel yang ada diatas. Untuk Sukuk Tabungan memiliki  hingga nomor seri terakhir yaitu 006. Pada tahun 2020 kembali mengeluarkan Sukuk Tabungan dengan nomor 007.

Sukuk Tabungan 007

Sumber: www.kemenkeu.go.id

ST007 sendiri menggunakan akad wakalah. Wakalah secara sederhana dapat dipahami sebagai pendelegasian dan penyerahan mandat. Sementara dalam makna yang lebih luas, akad wakalah merupakan suatu perjanjian yang menyepakati adanya pelimpahan kekuasaan atau mandat dari pihak pertama kepada pihak kedua dalam hal-hal yang diwakilkan (dalam hal ini yang hanya melibatkan kedua belah pihak), di mana pihak yang diberi kuasa hanya melaksanakan sesuatu sebatas kuasa atau wewenangan yang diberikan oleh pihak pertama. (sumber: www.simulasikredit.com)

Untuk ST ini mengusung konsep “Green Sukuk” yang dimana hasil penjualan Sukuk Tabungan akan digunakan untuk membiayai proyek ramah lingkungan. Konsep green ini sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya yaitu 2019 yang dimana merupakan Sukuk Tabungan 006 ini pertama didunia. Menarik bukan?

Sesuai Green Sukuk Framework, seluruh dana hasil penerbitan Green Sukuk Ritel harus dialokasikan untuk mendanai (refinancing dan/atau new financing) eligible green projects, senilai maksimum Rp3,5 T . Jadi, green sukuk akan berfokus pada proyek-proyek pemerintah seperti embung, jaringan irigasi, sungai yang dinormalisasi dan masih banyak lagi.

Buat kamu yang cocok dengan konsep “green” dan ingin memulai investasi di Sukuk Tabungan dapat mencoba memesan saat masa penawaran dari tanggal 04 November 2020 hingga 25 November 2020. Masih ada beberapa hari lagi loh!

Keuntungan Investasi di Sukuk Tabungan

Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika investasi di sukuk tabungan seperti yang tertera pada gambar diatas. Saat ini, ST sudah dapat diperoleh oleh siapapun dan dimanapun karena transaksinya menggunakan online. Saya pribadi sangat terbantu dengan sistem online ini bahkan dapat diakses dengan mitra-mitra distribusi yang sudah tersebar diluar perbankan seperti agen penjual efek reksa dana (aperd) ataupun financial technology (fintech).

Untuk imbal hasil, Sukuk Tabungan memiliki imbalan mengambang dengan batasan minimal (floating with floor) sebesar 5,50% p.a dan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate. Mengambang disini diartikan bahwa imbal hasil dari Sukuk Tabungan dapat berubah-rubah sesuai dengan tingkat suku bunga tetapi tetap minimal acuannya adalah sebesar 5,50%.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Sukuk Tabungan 007, semoga informasi di atas bermanfaat ya!