5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Penyakit Kusta #SuaraUntukKusta

Minggu lalu, Rabu 14 April 2021 saya menghadiri media gathering dan peluncuran proyek SUKA #SuaraUntukKusta. Acara tersebut dihadiri oleh para media dan juga blogger. Pada acara tersebut saya banyak mendapatkan pelajaran baru mengenai penyakit kusta.

Dalam acara tersebut selama 1,5 jam dijelaskan oleh para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing untuk membahas penyakit kusta dan disabilitas. Sebelumnya saya tidak terlalu mengerti tentang  penyakit kusta yang bahkan dalam kondisi parahnya dapat mengakibatkan disabilitas.

Sebenarnya apa dan bagaimana penyakit kusta tersebut?

Pengertian Kusta

Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen.

Kusta atau lepra dapat ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti timbulnya lesi pada kulit. Kusta atau lepra disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin.

Penyebab Kusta

Kusta atau lepra disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak, yang keluar saat batuk atau bersin.

Kusta dapat menular jika seseorang terkena percikan droplet dari penderita kusta secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri penyebab lepra tidak dapat menular ke orang lain dengan mudah. Selain itu, bakteri ini juga membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh penderita.

Perlu dicatat, seseorang dapat tertular kusta jika mengalami kontak dengan penderita dalam waktu yang lama. Seseorang tidak akan tertular kusta hanya karena bersalaman, duduk bersama, atau bahkan berhubungan seksual dengan penderita. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin yang dikandungnya.

Apakah Kusta dapat Menyebabkan Disabilitas?

Ketika seorang penderita kusta jatuh ke dalam kondisi cacat karena terlambat ditemukan atau penanganan yang kurang tepat sehingga mengalami cacat baik pada mata, tangan, maupun kaki, barulah kita sadar bahwa penemuan penderita secara dini dan pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah cacat/ disabilitas atau bertambah beratnya cacat/ disabilitas yang sudah terlanjur terjadi.

Kondisi cacat yang dialami penderita kusta menyebabkan disabilitas sehingga mereka tidak dapat beraktifitas seperti orang normal karena kecacatannya baik itu ada tangan, kaki, maupun mata. Tidak hanya itu saja selain disabilitas pada fisik penderita/ yang terdampak kusta yang  masih stigma di masyarakat tambah memperparah penderitaan seorang penderita/ yang terdampak kusta.

Untuk itu diperlukan kemauan dan kemampuan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan dan pelaksana pelayanan baik dokter, perawat dan tenaga lain dalam hal penemuan penderita/ yang terdampak kusta secara dini sebelum cacat/ disabilitas!

Ciri-Ciri Penyakit Kusta

Ciri khas yang membedakan penyakit kusta dengan penyakit kulit lainnya adalah ruam pada kulit disertai kurang rasa atau kebas. Terkadang penderita juga dapat mengalami mati rasa. Inilah yang dapat menyebabkan penderita kusta tidak merasakan nyeri saat luka.

Gejala lain kusta yang dapat ditemui adalah:
– Rambut rontok
– Kerusakan mata yang bisa berujung kebutaan
– Pembesaran saraf
– Kelemahan otot sampai kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kusta?

Tujuan utama pengobatan kusta adalah untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan insiden penyakit, mengobati dan menyembuhkan pengidap, serta mencegah timbulnya kecacatan yang dapat mengakibatkan disabilitas. Agar pasien bisa sembuh dan mencegah terjadinya resistensi, pengobatan kusta menggunakan kombinasi beberapa antibiotik.

Pengidap kusta diberikan kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis antibiotik, dosis, dan durasi penggunaannya ditentukan berdasarkan jenis kusta. Penanganan kusta sebenarnya tidak cuma melalui obat-obatan saja. Penanganan penyakit ini juga bisa melalui tindakan pembedahan. 

Itulah sekilas mengenai penyakit kusta yang jika dibiarkan dapat berbahaya. Semoga dengan edukasi lebih banyak seperti ini maka kita akan lebih peka terhadap penyakit ini dan dapat dicegah sebelum meluas dengan banyak memperhatikan aspek kesehatan.

2 thoughts on “5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Penyakit Kusta #SuaraUntukKusta”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *