Pengertian candlestick saham wajib dipahami oleh semua investor yang berada pada pasar modal. Candlestick akan membantu investor untuk menganalisis dan mengambil keputusan investasi saham.

Candlestick saham digunakan dalam analisis investasi saham.  Candlestick yang digabung dalam periode waktu tertentu dapat melihat potensi kenaikan saham atau penurunan.

Ingin belajar mengetahui pemahaman dasar mengenai candlestick? lanjut baca artikel ini.

Baca Juga: Mengenal Analisis Teknikal Saham – Pengertian, Indikator dan Contohnya

Pengertian Candlestick Saham

Secara dasar candlestick dapat diartikan sebagai bentuk batang lilin. Bentuk ini digunakan oleh para investor saham untuk meningkatkan akurasi perhitungan dalam analisis investasi saham.

Menurut Investopedia definisi candlestick merupakanjenis grafik harga yang digunakan dalam analisis teknikal yang menampilkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan saham untuk periode tertentu.

Candlestick dapat bergerak naik turun akibat dari sentimen terhadap harga saham baik sentimen baik maupun sentimen buruk.

Candlestick yang terkumpul dalam periode waktu tertentu dapat memiliki ragam bentuk grafik yang dapat menginformasikan bahwa kapan investor dapat membeli atau menjual aset sahamnya.

Komponen Candlestick Saham

Grafik candlestick sendiri memiliki 2 komponen utama untuk mempermudah proses analisis kondisi sebuah saham, diantaranya :

1. Tubuh candle (body)

bagian yang akan menunjukkan harga pada saat pembukaan maupun penutupan harga saham dalam periode tertentu, dimana akan disimbolkan oleh persegi empat berwarna hijau, merah (secara umumnya)

2. Ekor candle (shadow)

bagian yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah dari periode waktu tertentu, dimana untuk bagian ini disimbolkan oleh garis lurus yang membentang diatas dan di bawah tubuh candlestick dengan warna yang sama seperti body-nya.

Cara Membaca Candlestick Saham:

Setiap candlestick memiliki arti dan indikator untuk membaca pergerakan harga. Berikut cara membacanya.

Dari gambar diatas (sebagai contoh) kamu bisa mengamati, bahwa ada dua warna yang menginterpretasikan kondisi candlestick yakni 

  • Warna merah yang berarti akan terjadi penurunan harga saham (bearish) kondisi bisa diartikan bahwa harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.
  • Warna biru yang berarti terjadi peningkatan harga saham (bullish) atau bisa juga diartikan bahwa harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan.

Selain itu terdapat empat indikator pada satu candlestick yang harus dipahami yaitu:

  • Open : harga saham mulai diperdagangkan dibuka
  • Low: harga saham terendah hari ini
  • High: harga saham tertinggi hari ini
  • Closed: harga saham setelah perdagangan ditutup

Kenaikan dan penurunan harga tergambar dalam satu candlestick dengan periode tertentu seperti menit, jam, harian, bulanan bahkan hingga tahun.

Dengan melihat grafik candlestick yang jelas dan menarik, tentu investor atau trader merasa lebih dimudahkan dalam melakukan analisis. 

Selain itu, grafik candlestick juga memiliki kemampuan untuk menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas dibandingkan dengan grafik garis maupun diagram batang.

Jenis-Jenis Pola Candlestick Saham

Candlestick yang terbentuk dari kenaikan dan penurunan harga setiap hari perdagangan memberikan sinyal yang dapat menginformasikan tren harga. Berikut contohnya:

1. Doji

Doji adalah pola candlestick yang terbentuk karena harga Open dan harga Close-nya sama atau hampir sama sehingga candle ini seperti tidak mempunyai body.

2. Hammer

Candlestick hammer memiliki bentuk karakteristik seperti palu bertangkai, dengan badan (body) yang pendek diatas dan ekor (lower shadow) yang panjang setidaknya dua kali dari badan.

3. Marubozu

Pola candle Marubozu ini terjadi bila ada body penuh tanpa shadow. Bentuk ini mengindikasikan pasar yang sangat yakin (confident). Biasanya trend yang terjadi akan berlanjut.

4. Engulfing

Pola bullish engulfing adalah pola candlestick yang biasanya ditemukan pada akhir downtrend. Pola itu dibuat untuk menafsirkan data dari berakhirnya dua candle.

Nah, itulah pembahasan mengenai serba – serbi candlestick saham, semoga setelah membaca ulasan diatas kamu bisa lebih paham.