Memasuki penghujung tahun 2025, pasar saham Indonesia dalam kondisi bullish saat ini. Momen ini biasanya dipicu oleh rilis laporan keuangan kuartal IV serta berbagai proyeksi ekonomi untuk menyambut tahun 2026 mendatang
Kondisi bullish saat ini membuat banyak saham yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Meskipun banyak saham yang harganya sudah terbang tinggi, sebenarnya masih ada saham-saham undervalue.
Apa saja saham yang masih undervalued? Yuk, simak ulasannya disini.
Apa Itu Saham Undervalue?
Saham undervalue adalah saham yang diperdagangkan dengan harga lebih rendah dibandingkan nilai intrinsik atau nilai fundamental perusahaan tersebut.
Bayangkan kamu menemukan barang branded original yang sedang diskon besar-besaran karena kondisi pasar, padahal kualitas barangnya masih sangat bagus.
Itulah konsep dasar saham undervalued yang bisa kamu terapkan untuk membeli saham. Nantinya, ada potensi kenaikan harga hingga mencerminkan nilai fundamentalnya.
Mengapa Bisa Terjadi Undervalue?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebuah saham menjadi terdiskon di pasar:
1. Sentimen Negatif Sektoral
Terkadang, isu yang menimpa satu industri membuat semua saham di sektor tersebut ikut turun padahal kinerja perusahaan tersebut tidak banyak terpengaruh.
2. Kurangnya Perhatian Investor
Beberapa saham perusahaan bagus seringkali terabaikan karena kurangnya publikasi atau bukan merupakan saham yang sedang viral. Sehingga terabaikan dan cenderung tidak diminati oleh investor.
3. Belum Adanya Fase Accumulation
Kondisi undervalue sering kali terjadi karena saham tersebut sedang berada dalam fase “sideways” atau jenuh, dimana belum ada pergerakan beli besar-besaran dari investor institusi atau market maker.
Pada fase ini, harga saham cenderung jalan di tempat karena volume transaksi yang masih sepi. Namun, bagi investor yang jeli, ini adalah kesempatan untuk mencicil beli sebelum harga breakout saat laporan keuangan atau sentimen positif muncul di akhir tahun.
Tren Pasar Menjelang Akhir Tahun 2025
Menjelang akhir tahun 2025, pasar saham Indonesia menunjukkan tren naik dipicu oleh rilis laporan keuangan kuartal IV serta proyeksi ekonomi untuk menyambut tahun 2026 mendatang.
Salah satu sentimen utama yang menjadi perhatian investor global dan domestik adalah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Jika The Fed mulai konsisten memotong suku bunga acuan, maka aliran modal asing (foreign inflow) cenderung kembali masuk ke pasar berkembang seperti Indonesia, yang dapat menjadi bahan bakar bagi kenaikan harga saham-saham undervalued yang selama ini tertahan.
Selain faktor eksternal, fokus pasar saat ini juga tertuju pada fenomena window dressing di mana investor institusi melakukan penyesuaian portofolio untuk mempercantik kinerja akhir tahun.
Daftar Beli Saham Undervalue 2025
Berikut adalah beberapa daftar saham yang secara fundamental masih menarik dan harganya masih tergolong undervalued untuk dipantau di akhir tahun 2025:
1. Sektor Perbankan – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Masih menjadi pemimpin di segmen mikro. Jika suku bunga The Fed segera turun kembali maka BBRI biasanya mendapat sentimen positif dari penurunan Cost of Fund.
Pantau jika PBV berada di kisaran 2.0x – 2.2x yang secara historis merupakan area support fundamental yang kuat.
2. Sektor Konsumer – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Emiten ini menarik karena memiliki pricing power yang kuat di tengah pemulihan daya beli masyarakat.
Pantau Cek Price to Earnings Ratio (PER). Jika PER berada di bawah 12x, ini jauh lebih murah dibanding rata-rata industri konsumer sehingga semakin menarik.
3. Sektor Properti – PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE)

Menjelang akhir tahun 2025, sektor properti mendapatkan angin segar dari tren penurunan suku bunga acuan yang diprediksi dapat menurunkan beban bunga KPR dan meningkatkan minat beli masyarakat.
BSDE memiliki fundamental yang sangat solid dengan cadangan lahan (landbank) yang luas di lokasi strategis. Menjelang akhir tahun, emiten ini biasanya mencatatkan kenaikan marketing sales dari proyek-proyek residensial dan komersial yang baru dirilis.
Fokus pada rasio Price to Book Value (PBV). Saat ini BSDE sering diperdagangkan dengan PBV di bawah 0.7x. Secara historis, angka ini menunjukkan bahwa saham tersebut sedang undervalued karena kamu membeli aset perusahaan jauh di bawah harga pasar.
Tips Memilih Saham Undervalue
Biar nggak salah pilih saham undervalue yang ternyata kualitasnya buruk (value trap), perhatikan tips berikut:
1. Cek Rasio Keuangan
Gunakan indikator seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) untuk membandingkan harga pasar saat ini dengan nilai intrinsik perusahaan.
2. Analisis Fundamental
Pastikan perusahaan memiliki tingkat utang yang terkendali serta arus kas operasional yang tetap sehat dan positif. Fundamental yang kokoh menjadi jaminan bahwa perusahaan mampu bertahan.
3. Prospek Bisnis
Pilih perusahaan yang masih memiliki prospek bisnis dan sektornya memiliki sentimen positif untuk kedepan. Sehingga, ketika membeli saham undervalue bisa yakin untuk bertumbuh kedepan.
Cara Beli Saham Undervalued di Ajaib
Mau beli saham undervalued potensial tapi bingung mulai dari mana? Pakai aplikasi Ajaib saja!
Ajaib memudahkan kamu untuk menganalisis berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi dengan biaya transaksi yang kompetitif. Prosesnya pun 100% online, aman, dan sudah berizin resmi dari OJK.
Langkah-langkah beli saham di Ajaib:
- Buka aplikasi Ajaib.
- Cari kode emiten yang sudah kamu incar di kolom pencarian.
- Klik “Beli” dan masukkan jumlah lot yang diinginkan.
- Tunggu harga beli sampai match di antrian harga saham.
- Monitor saham undervalue yang kamu beli di menu portofolio.
***
Mulai investasi saham undervalued atau saham potensial lainnya hanya di Ajaib. Download aplikasinya sekarang juga di Play Store dan App Store.
Gunakan kode referral ini saat registrasi: BONUSDARIAJAIB
Catatan: Investasi mengandung risiko. Harap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan keputusan pribadi. Informasi ini disusun secara mandiri, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual/beli.

Leave a Reply