#BookReview: Personal SWOT Analysis Karya Freddy Rangkuti

Sumber: Dokumen Pribadi

Pergantian tahun hanya tinggal hitungan hari saja menuju tahun 2019. Seperti biasa, bagi sebagian besar orang termasuk diri sendiri sering melakukan instropeksi di akhir tahun. Sudah sejauh mana menjalankan resolusi yang dibuat di awal tahun 2018 ini.

Apakah sudah menuntaskan semua resolusi yang dibuat? Atau malah lupa dan berlalu begitu saja? Jawaban masing-masing orang tentu saja berbeda-beda.

Kebetulan, beberapa hari yang lalu aku pergi ke Gramedia dan menemukan satu buku yang menarik dengan cover biru terang dan bertuliskan Personal SWOT Analysis. Mungkin SWOT Analysis adalah hal yang sudah sangat umum diterapkan pada banyak organisasi ataupun perusahaan.

Nah yang menarik dari pembahasan buku ini fokus pada pribadi (personal). “Cocok banget untuk melakukan instropeksi diri di akhir tahun seperti saat ini” pikirku saat itu. Dengan harga 58 ribu tanpa pikir panjang aku pun membelinya.

Buku ini memiliki 12 bab yang dijabarkan dengan sangat jelas dan rinci pada setiap bab nya. Awalnya aku berpikir mungkin akan membosankan dengan penjelasan yang kaku dengan berbagai macam analisis SWOT yang mengharuskan pembaca berpikir lebih keras.

Tetapi perkiraanku meleset. Buku ini hanya membahas 20% membahas tentang analisis SWOT dan Personal Balance Scorecard. Sisanya? Buku ini memberikan paparan yang jelas tentang konsep-konsep pengembangan diri untuk mensukseskan analysis SWOT yang telah dibuat.

Dari menjelaskan bagaimana cara menentukan tujuan hidup, menggali potensi diri yang dimiliki, konsep bersyukur, cara memperoleh rezeki hingga strategi meraih sukses. Semuanya dibahas dengan lengkap pada buku yang memiliki ketebalan 223 halaman ini.

Sumber: Dokumen Pribadi

Pada bab awal, pembaca akan diajak untuk membuat personal SWOT analysis yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pribadi dengan cara melakukan identifikasi pada setiap tahapnya.

SWOT Analysis terdiri dari 4 komponen yaitu:

Strength: identifikasi semua indikator kekuatan atau keahlian yang dimiliki diri sendiri untuk memaksimalkan potensi diri kedepannya

Weakness: Identifikasi semua indikator kelemahan yang dimiliki diri sendiri. Ini berguna untuk dapat meminimalisir resiko kedepannya.

Opportunity: Identifikasi semua indikator peluang-peluang yang dapat mengembangkan diri lebih sukses kedepannya.

Threat: Identifikasi semua indikator ancaman yang mempengaruhi personal karir kedepannya

Tidak hanya berhenti disitu saja, masih ada beberapa tahap dalam melakukan analisis SWOT yaitu

  1. membuat tujuan dari analisis SWOT
  2. membuat strategi untuk mencapai tujuan
  3. implementasi strategi pada Action Plan
  4. dilaksanakan secara konsisten.

Dengan mengidentifikasi dan menjalankan tahapan yang dijabarkan diatas maka diharapkan pembaca dapat lebih memahami penggunaan SWOT Analysis untuk kebutuhan personal.

Sumber:
s3-eu-west-1.amazonaws.com

Pembaca buku ini juga diajarkan bagaimana cara membuat tujuan agar tercapai jadi gak asal asalan buat tujuan hidup. Secara sederhana dijabarkan dengan konsep SMART yaitu Spesifik, Measurable, Attainable, Realistis, Tepat waktu.

Kita bahas sedikit mengenai konsep SMART ini.

Specific: Tujuan yang dimiliki harus lah jelas dan memiliki target seperti jangka waktu dan proses untuk pencapaiannya

Measurable (Terukur): Tujuan yang baik adalah yang dapat diukur. Sehingga kita dapat melakukan evaluasi dengan menggunakan tolak ukur yang sudah dibuat apakah berhasil dicapai atau malah gagal.

Attainable (Dapat dicapai): Tujuan yang dimiliki haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga kemungkinan untuk diwujudkan lebih besar.

Relevant: Konsep ini menjelaskan bahwa tujuan yang baik adalah tujuan yang gak muluk-muluk. Apa gak boleh punya tujuan yang setinggi mungkin? Boleh aja tapi kita juga harus paham apakah tujuan itu dapat dicapai dengan keadaan dan usaha masing-masing pribadi untuk mewujudkannya.

Time Frame: Sebagus apapun tujuan yang dibuat haruslah sesuai dengan timeline yang sudah direncanakan diawal. Bisa dalam hitungan hari, bulan bahkan tahunan. Yang penting semakin tepat waktunya semakin baik berarti kita disiplin dan teguh dalam mencapai tujuan.

Apakah tujuan-tujuan hidupmu sudah termasuk pada 5 kriteria yang aku sebutkan diatas? Jujur aja, aku pun juga belum memiliki 5 kriteria tersebut pada tujuan-tujuan hidupku hehehe…

Mulai saat ini aku mulai merubah tujuan-tujuanku agar dapat menerapkan konsep SMART tersebut. Gak ada salahnya kan berubah untuk lebih baik 😊

Selain menjelaskan konsep SWOT Analysis dan SMART, buku ini juga menjabarkan konsep “Sukses di Dunia untuk Investasi di Akhirat”. Pada bahasan ini pembaca diajak untuk mendalami makna kesuksesan. Sukses gak hanya didunia tetapi juga untuk akhirat kelak.

Sukses disini dimulai dari menjadi pribadi yang lebih baik memiliki pemikiran positif serta memberikan yang terbaik pada setiap proses dalam mencapai kesuksesan. Tetapi perlu diingat, kesuksesan didunia hanya sementara karena yang abadi ada diakhirat.

Wah udah panjang juga review buku kali ini. Semoga semua yang aku sampaikan dapat bermanfaat bagi pembaca.

Salam! 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *