Sejak awal bulan Maret 2020, Indonesia digemparkan dengan salah satu warganya yang terkena virus corona dan memberikan dampak pada kesehatannya. Kemudian nilai mata uang rupiah terus melemah yang dimana pelemahan tersebut cukup signifikan terhadap nilai mata uang dollar amerika saat ini. Belum lagi, IHSG yang terus mengalami penurunan.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi?

Sejak awal tahun 2020, setelah berita perang dagang antara Amerika dan China mulai mereda ada salah satu berita yang mencuat di media-media massa sehingga membuat gempar banyaknya orang.

Berita itu berasal dari salah satu kota di Cina yang bernama Wuhan. Yup… kamu pasti sudah menebak bahwa berita yang mulai mencuat adalah berita terkait penyebaran virus corona yang mulai memakan banyak korban hanya dalam hitungan sekejap.

Awalnya biasa-biasa saja hingga penyebaran yang bernama virus corona ini meluas di berbagai negara salah satunya Indonesia dan memberikan dampak yang besar. Kemudian jumlah kasus positif virus ini terus bertambah hingga hari ini 22 Maret 2020.

Sumber: catchmeup.id

Kamu bisa liat kan bagaimana perkembangan terkait virus ini yang terus bertambah setiap harinya di Indonesia. Lalu, apa hubungannya dengan rupiah dan IHSG?

Jadi gini, sejak virus ini terus meluas ke berbagai negara di Indonesia ini menjadi perhatian sangat khusus hingga WHO pun menyatakan bahwa virus corona sudah menjadi pandemi global. 

Tingginya tingkat kematian akibat virus ini dalam beberapa bulan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Bahkan Bank Indonesia kini telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 dari 5-5,4% menjadi 4,2-4,6%. Jika benar terjadi maka pertumbuhan ekonomi ini akan kembali seperti di tahun 2009 lalu. 

Sumber: www.bps.go.id

Dengan berkurangnya proyeksi pertumbuhan ekonomi baik global maupun dalam negeri disebabkan oleh terganggunya aktivitas ekspor-impor di berbagai negara termasuk China. Berdasarkan data dari BPS di atas, selama tahun 2019, China menjadi negara terbesar pangsa pasar ekspor nonmigas.

Sehingga dengan menyebarnya virus ini banyak perusahaan mulai menurunkan kegiatan operasional yang berimbas pada terbatasnya jam operasional dan produksi untuk sementara waktu agar virus tidak lebih menyebar. Ini akan berdampak buruk pada penurunan penjualan sehingga akan berimbas pada laba rugi perusahaan. Kemudian akan berujung pada menurunnya pertumbuhan ekonomi negara.

dampak virus corona

Tentu saja ini bukan kabar yang baik apalagi jika kita melihat bagaimana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun. Secara year to date IHSG sudah mengalami penurunan hingga 33,41%. Penurunan yang cukup dalam sejak awal tahun muali bertambah ketika memasuki bulan Maret akibat virus corona yang menyebar berbagai kota di Indonesia. Jika dibandingkan beberapa tahun terakhir, penurunan IHSG ini bahkan melebihi tahun 2015 yang ketika waktu itu IHSG sudah cukup dalam penurunannya.

Desas desus krisis mulai gencar di media sosial. Jika dilihat dari tahun 1998 dan 2008 tentu saja saat ini belum apa-apa ketika di waktu tersebut IHSG mengalami penurunan yang sangat dalam hingga di kisaran 60%. Untuk saat ini saya rasa masih jauh dari kata krisis.

Hanya saja untuk pertumbuhan ekonomi kuartal 1 tahun 2020 ini nampaknya akan lebih rendah daripada kuartal-kuartal sebelumnya. 

Bagaimana dengan rupiah?

dampak virus corona

Coba lihat dari grafik diatas, rupiah sejak awal tahun terus menguat tetapi sejak memasuki bulan Februari terus mengalami pelemahan hingga 22 Maret 2020 rupiah bahkan tembus di level Rp 16.000. Akibat dari banyaknya investor global mulai menjual asset-asset saham yang dimiliki (akibatnya IHSG mengalami penurunan dalam) untuk menukarkan dengan dolar Amerika Serikat (sehingga permintaan USD meningkat dan membuat rupiah tertekan) di tengah keadaan krisis corona yang semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini USD dianggap lebih aman dan likuid jika dibandingkan asset beresiko seperti saham dan obligasi. Pemerintah diharapkan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah yang terus melemah. Karena ini dapat memberikan dampak yang besar bagi bisnis yang lebih banyak dalam urusan ekspor dan impor. 

Kemudian semakin banyaknya rentetan dampak virus ini menjadi kendala dalam perekonomian tidak hanya Indonesia bahkan dunia. Jika tidak segera diatasi dengan perhatian khusus wabah ini dapat mengganggu perekonomian kedepannya.

Pertumbuhan ekonomi yang menurun bisa membuat dampak yang besar bagi kelangsungan bisnis dan investasi di semua sektor khususnya di Indonesia kedepannya.