Stock Split, Aksi Korporasi Unilever Indonesia Yang Menarik Hati Para Investor

Setiap perusahaan yang listing di bursa efek pasti pernah melakukan aksi korporasi. Secara sederhana aksi korporasi adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang memberikan dampak kepada para pemegang saham perusahaan tersebut.

Nah, aksi korporasi ini memang banyak dan beragam. Salah satunya adalah Stock Split. Stock Split dapat diartikan sebagai pemecahan lembar saham. Kok lembar saham dipecah? Tanyamu yang semakin heran.

Sebelum lebih jauh jadi gini pemecahan lembar saham disini si perusahaan memecah jumlah lembar saham ke public menjadi lebih banyak. Misal yang awalnya jumlah lembar saham ditransaksikan oleh public hanya 1 Milyar lalu setelah dilakukan aksi korporasi dengan rasio 1:2 maka jumlah lembar saham menjadi 2 Milyar.

Kok jadi lebih banyak? Tentu saja.

Karena jumlah lembarnya menjadi lebih banyak maka harga per lembar saham perusahaan pun akan berubah menjadi lebih “murah”. Walaupun tetap sama juga hanya jumlah lembarnya banyakan daripada sebelumnya. Biasanya dilakukan ketika harga saham sudah terlalu naik tinggi dan mulai susah untuk dijangkau semua investor.

Contoh sederhanannya ketika kamu punya uang 100ribu satu lembar dan kemudian menukarnya menjadi 50rb an sebanyak dua lembar. Memang lembarnya lebih banyak dan nominalnya lebih murah tetapi jika dijumlahkan sama saja nggak ada yang berubah.

Sampai sini udah paham? Lanjut….

Kebetulan banget menjelang akhir bulan lalu September lalu salah satu perusahaan consumer goods Unilever Indoneisa (UNVR) memberikan pengumuman terbuka terkait aksi korporasi tersebut.

Sumber: www.idx.co.id

Kita anggap saat ini harga saham UNVR sebelum stock split adalah 46.000 kemudian pihak perusahaan akan menggunakan rasio 1:10 untuk melakukan pemecahan jumlah lembar saham. Maka harga saham UNVR akan menjadi 4.600 (46.000 dibagi 10). Jadi lebih murah!

Jangan kaget jika tiba-tiba harga saham keesokannya berubah jauh sangat murah seperti terjun bebas, bukan karena anjlok tetapi karena aksi korporasi tersebut.

Bayangin aja yang semula mau beli saham UNVR sebanyak 1 lot kamu harus mengeluarkan 4.6jt maka dengan stock split kamu bisa membeli 1 lot hanya menggunakan 460rb. Lebih murah kan?

Untuk UNVR sendiri ini bukan menjadi yang stock split pertama yang mereka lakukan. Pada tahun 2000 UNVR sudah melakukan aksi korpoasi sejeis dengan rasio 1:10 dan pada tahun 2003 dengan rasio 1:10. Jika dilihat maka harga saham UNVR terus mengalami kenaikan yang signifikan dan selalu menjadi favorit semua investor apalagi bagi yang mau investasi lebih aman dan tenang.

Secara fundamental perusahaan aksi korporasi ini tidak merubah apapun dari valuasi maupun kinerja hanya saja akan meningkatkan likuiditas transaksi atas saham perusahaan. Lebih terjangkau oleh investor retail sehingga akan meningkatkan volume perdagangan. Dalam jangka pendek, aksi korporasi ini akan membuat harga saham naik tetapi dalam jangka panjang akan kembali pada fundamental perusahaan.

Ujung-ujungnya kamu harus tetep liat kinerja laporan keuangan.

Dilihat dari bisnis dan kinerja jangka panjang, UNVR akan tetap menjadi favorit semua investor karena bisnis consumer goods yang selalu dibutuhkan oleh semua orang dalam kondisi ekonomi apapun. Hampir semua kebutuhan sehari-hari dibuat oleh UNVR dari bumbu dapur, sabun mandi, makanan dan masih banyak lagi ini akan menjadi daya tarik sendiri bagi perusahaan.

Apakah stock split ini sering terjadi? Tentu jawabannya sering. Setiap tahunnya selalu ada perusahaan yang melakukan. Seperti contoh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Barito Pacific (BRPT), Astra Internasional (ASII) dan masih banyak lagi.

Jadi apakah kamu tertarik dan mendukung stock split UNVR? Berikan pendapatmu dikolom komentar dibawah ya…