Sering mendengar istilah cadangan devisa ketika presenter tv membacakan berita di pagi hari? atau membaca istilah cadangan devisa di koran rubik ekonomi?

Secara singkat, cadangan devisa merupakan salah satu indikator ekonomi dalam suatu negara. Jadi setiap negara didunia memiliki cadangan devisa yang nominal besarannya pun pasti berbeda-beda antar negara baik negara maju, berkembang dan lainnya.

Menurut wikipedia, cadangan devisa (foreign exchange reserves) adalah aset yang dimiliki oleh bank sentral biasanya dalam mata uang cadangan yang berbeda, sebagian besar dollar Amerika Serikat dan berbagai cadangan bank yang disimpan pada bank sentral, oleh pemerintah

Cadangan devisa tersebut merupakan salah satu indikator ekonomi yang menunjukkan seberapa kuatnya perekonomian dalam suatu negara (apakah sudah cukup kuat atau masih lemah). Negara yang memiliki cadangan devisa besar, maka stabilitas moneter dan ekonomi makro negara tersebut akan terjamin.

Sama seperti fungsi uang biasa, hanya saja cadangan devisa ini valuta asing yang dicadangkan digunakan dalam pembayaran cicilan hutang luar negeri, pembayaran kegiatan transaksi internasional sebagai pembayaran antarnegara dan lainnya.

Lalu bagaimana perkembangan cadangan devisa di Indonesia selama tahun 2015-2019?

Sumber: www.bps.go.id

Dari data diatas dapat kamu lihat bagaimana perkembangan cadangan devisa selama periode lima tahun. Ada yang mencolok dari data diatas khususnya tahun 2017 ke 2018. Terjadi penurunan cadangan devisa hingga 10 milliar dollar. 

Padahal selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya terjadi kenaikan yang signifikan dari tahun 2015 hingga 2017, kenapa bisa terjadi? Apa penyebabnya?

  1. Stabilisasi Nilai Rupiah

Selama tahun 2018 rupiah mengalami kondisi terdepresiasi sebesar 5,7%. Penyebabnya adalah kondisi global yang sedang memanas saat itu bagaimana perang dagang antara Amerika dan Cina menjadi salah satu faktor utama.

Tidak hanya itu saja, kenaikan suku bunga The Fed juga menjadi penyebabnya. Kenaikan suku bunga tersebut membuat keluarnya arus modal asing yang menyebabkan rupiah semakin loyo. 

Sepanjang tahun 2018 pada bulan Oktober, rupiah mengalami tekanan terkuat hingga level Rp 15.300. Kondisi yang semakin buruk ini menyebabkan Bank Indonesia melakukan intervensi kepada rupiah dengan menggunakan cadangan devisa yang dimiliki.

Alhasil, cadangan devisa yang Indonesia miliki semakin berkurang. Jika tidak maka rupiah bisa semakin melemah dan ini akan membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia

2. Pembayaran Jatuh Tempo Utang Luar Negeri

Sepanjang tahun 2018, Utang Luar Negeri (ULN) mengalami kenaikan hingga berada di level US$ 383,32 miliar setara Rp 5.443,19 triliun. Dari utang-utang yang ada hingga saat ini ada banyak utang yang memiliki jatuh tempo pada tahun 2018.

Bagaimana cara membayar utang tersebut? dengan menggunakan cadangan devisa yang dimiliki. Dengan begitu maka Indonesia masih jauh dari kategori default (gagal bayar) dikarenakan cadangan devisa saat ini cukup kuat untuk terus membayar utang tersebut.

Jadi dua alasan tersebut meyebabkan cadangan devisa turun cukup banyak sepanjang tahun 2018. Ketidak pastian global menyebabkan cadangan devisa begitu penting utuk terus dijaga karena menjadi indikator perekonomian yang sagat penting.

Lalu bagaimana perkembangan cadangan devisa hingga bulan Juni di tahun 2019?

Sumber: www.bi.go.id

Selama tahun 2019 dari bulan Januari hingga April mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Peningkatan cadangan devisa ini antara lain karena penerbitan sukuk global pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya. 

Lalu, pada bulan Mei 2019 mengalami penurunan dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia. Pada Juni 2019 kenaikan disebabkan penerimaan devisa migas dan valas lainnya, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa pada Juni 2019 tersebut setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dapat dikatakan bahwa cadangan devisa saat ini masih dalam standar aman. Semoga kedepannya akan terus naik dengan seiringnya peningkatan ekspor, menguatnya nilai rupiah dan surplusnya neraca dagang.

2 thoughts on “Bagaimana Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia Tahun 2015-2019?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *