Sumber: www.fool.com

Saat ini, lagi gencar-gencarnya kampanye tentang pentingnya berinvestasi. Baik dari para perencana keuangan hingga lembaga-lembaga keuangan yang melakukannya. Dari produk investasi yang beneran hingga abal-abal semuanya seakan-akan berebut saling minta perhatian.

Termasuk blog ini juga yang dari awalnya emang fokus buat ngobrolin segala hal tentang dunia investasi kepada para pembacanya. Padahal ada satu hal yang PENTING banget yang harus kamu pahami sebelum dadakan ngomongin investasi ini itu.

Apakah itu?

Mempersiapan dana darurat.

“Lho dana kok darurat? Maksudnya apa ya???” Ujar hatimu mulai bertanya-tanya.

Sebenernya ini bukan istilah yang baru juga dalam dunia keuangan malah udah terkenal dan sudah dilakukan oleh siapapun sejak dahulu kala. Intinya dana darurat itu jumlah simpanan uang yang kita miliki dengan tujuannya sebagai bumper kalau kita tiba-tiba harus dihadapkan oleh hal-hal yang enggak diinginkan apalagi kalau sifatnya urgent dan dadakan.

Sumber: www.theparticipanteffect.com

Kenapa harus punya dana darurat?

Agar uang sehari-hari yang kita gunakan gak keganggu buat bayar pengeluaran yang gak terduga ini. Tujuannya emang buat jaga-jaga kalau misal rumah kita habis kena musibah, terjadi kecelakaan, kena PHK dan banyak hal lainnya. Karena emang buat jaga-jaga jadi mempersiapkan dana darurat memang hukumnya adalah WAJIB.

Lalu gimana cara menyiapkannya?

Aturan pertama dalam dana darurat adalah menentukan besaran total dana tersebut. Menurut financial planner OneShildt M. Andoko idealnya dana darurat sebesar 3-6 kali dari total biaya pengeluaran bulanan bagi yang masih single. Untuk yang sudah berkeluarga idealnya 6-12 kali disesuaikan dengan keadaan pribadi dan tanggungan yang harus diurus.

Contohnya begini, jika kamu saat ini masih single dan setiap bulannnya menghabiskan 5 juta untuk pengeluaran kebutuhan hidup dan lain-lain maka besaran dana darurat yang harus kamu siapkan sebesar 15-30 juta.

Untuk mengumpulkan jumlah simpanan yang dihitung tadi berdasarkan pengalaman pribadiku saat ini ada dua mudah dan praktis selain menyimpannya pada tabungan bank. Kenapa? Karena kita harus memecah simpanan kepada beberapa produk lain agar hasil simpanan itu bisa berkembang di tahun-tahun berikutnya dan gak kemakan inflasi aja.

Dalam memilih produk untuk menyimpan dana darurat yang perlu ditekankan adalah tingkat risiko rendah dan likuiditas yang tinggi. Semakin risiko yang didapatkan rendah dan dapat dicairkan dalam bentuk uang dengan jangka waktu yang lebih cepat menjadikan dua produk ini sangat tepat untuk menyimpanan dana darurat.

Apa saja itu?

Pertama, simpan uangmu di reksadana pasar uang. Salah satu produk yang paling mudah dan murah adalah reksadana. Pengalaman para manajer investasi untuk mengelola uang yang kamu serahkan kepada mereka gak diragukan lagi. Dari banyaknya jenis reksadana yang paling cocok adalah jenis pasar uang.

Memang, return yang kita dapatkan hanya sekitar 4-6% an per tahun tapi risikonya pun juga lebih rendah. Tanpa harus khawatir simpanan kita berkurang akibat keadaan ekonomi yang sedang tak menentu seperti saat ini. Bagaimana cara memulainya? Biar lebih mudah untuk membeli reksadana, saat ini aku menggunakan platform marketplace reksadana yang bernama bareksa.com.

Kedua, kamu bisa simpan uangmu dalam bentuk tabungan emas.

Siapa yang gak tau tentang emas? Emas yang sering disebut instrumen safe heaven ini memiliki return dengan kisaran 5% per tahunnya. Risikonya pun juga rendah bahkan cenderung selalu naik harganya setiap tahun. Nah dengan era digital saat ini investasi emas jadi lebih mudah dan murah.

Sejak awal tahun 2018 lalu aku sudah mulai menabung emas melalui tamasia.co.id dengan menggunakan aplikasi mobile yang memungkinkan kamu membeli emas dimulai dari 10 ribu. Cocok banget buat persiapan dana darurat karena emas yang aku tabung bisa aku jual kembali dengan lebih cepat dan mudah.

Itulah beberapa cara yang aku lakukan saat ini untuk mengumpulkan dana darurat agar lebih aman digunakan sewaktu-waktu. Kalau kamu gimana cara menyiapkan dana darurat? Silahkan berbagi pengalaman di kolom komentar ya 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *