#BookReview: Mantra Kehidupan Karya Agung Setiyo Wibowo

Buku ini menjadi salah satu buku favorit saya sejak tahun lalu. Bertepatan dengan memasukinya umur yang ke 25 sesuai dengan salah satu bahasan dalam buku ini yaitu krisis seperempat baya. Ketika membaca buku ini yang ada dipikiran saya saat itu “kok passs banget ya sama keadaan sekarang”.

Agung Setiyo Wibowo selaku penulis buku ini mengangkat tema fresh graduate syndrome dan quarter life crisis yang tengah menjadi fenomena sosial di masyarakat saat ini. Kedua fenomena tersebut selalu menjadi perbincangan hangat dikalangan orang-orang yang berumur 20-30 tahun. Biasanya dalam rentang umur tersebut banyak sekali kegalauan yang harus dihadapi terutama pilihan-pilihan yang menyangkut hidup kedepannya.

Selama membaca buku yang memiliki ketebalan 282 halaman ini saya dapat menyimpulkan tiga hal utama.

Pertama, Fresh Graduate Syndrome (FGS).

Sebuah sindrom yang menjangkit para lulusan-lulusan pasca wisuda. Biasanya sindrom ini ditunjukkan dengan mulai mengalami kegalauan dan ketakutan untuk menghadapi kehidupan nyata setelah memasuki kehidupan diluar kampus.

Kegalauan tersebut bersumber dari belum memiliki tujuan hidup yang jelas pasca wisuda, tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, tertekan secara sosial dan lain sebagainya.

Apakah kamu pernah mengalaminya?

Jujur saja saya pun pernah mengalaminya. Masa-masa dimana sebagai lulusan sarjana merasa tidak memiliki kepercayaan diri untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. Tapi masa itu kini sudah berlalu dengan terus menggali potensi diri, menemukan passion dan mengasah skill-skill yang dibutuhkan maka sindrom tersebut akan cepat menghilang dengan sendirinya.

Kedua, Quarter Life Crisis (QLC).

Quarter Life Crisis atau sering disebut krisis seperempat baya yang dapat dialami oleh siapapun termasuk saya sendiri. Dalam buku ini tidak terdapat definisi khusus tentang QLC.

Gak jauh beda dengan FGS, pada fase QLC ini semua orang mengalami kegalauan dalam hidupnya dan gelisah dengan pilihan-pilihan hidup di masa depan karena akan berdampak jangka panjang. Dari pilihan berkarir atau berwirausaha, menikah atau single dulu, lanjut S2 atau tidak dan masih banyak pilihan lainnya yang selalu membuat orang menjadi galau, gelisah, tidak percaya diri dan sebagainya (lebih luas dari FGS).

Dapat saya simpulkan bahwa FGS merupakan bagian dari QLS. Menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Lalu apakah semua orang pasti mengalaminya?

Tentu saja tidak.

Setiap orang memiliki rencana hidupnya masing-masing ada yang berjalan tanpa hambatan ada yang berliku-liku sehingga tidak semua orang mengalami kedua fenomena ini tetapi menurut saya sebagian besar pasti pernah mengalami kegelisahan untuk menghadapi masa depan.

Ketiga, Pasca Quarter Life Crisis.

Di bagian ini Agung menjelaskan beberapa ciri-ciri orang yang sudah dapat lepas dari fase QLC salah satunya ketika orang tersebut dapat mewujudkan kehidupan yang benar-benar baru dari sebelumnya dan mulai fokus pada minat dan value yang dipegang.

Selain itu Agung punya 10 mantra ampuh untuk keluar dari fase QLC ini. 10 mantra tersebut didesain untuk lebih mengenal diri sendiri dan berani mengambil keputusan.

Mantra-mantra yang dituliskan oleh si penulis sangat detail dan setiap bahasan mantra tersebut selalu ada lembar kerja yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi diri sesuai dengan arahan yang penulis tuliskan pada bahasan tersebut.

Secara keseluruhan saya menyukai buku ini cocok sekali untuk orang-orang yang tengah mengalami FGS dan QLC dalam hidupnya. Disetiap bahasan sub bab diceritakan detail dan diberikan contoh nyata dan disajikan data-data sehingga memperkuat opini si penulis ini. Sayangnya buku ini kurang gambar atau animasi yang menarik disetiap sub bab sehingga saya cepat bosan ketika membacanya.

Diluar masukan saya tersebut, saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca karena ilmunya daging!

Apakah kamu sudah baca buku ini? Silahkan berbagi insight yang kamu dapatkan di kolom komentar 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *