OJK Terbitkan Aturan Terbaru untuk Fintech, Apa Saja Isinya?

Sumber : Dokumen Pribadi

Awal bulan September lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk hadir pada acara yang diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertempat di Hotel The Rinra, Makassar. Acara yang bertemakan Sosialisasi POJK Inovasi Keuangan Digital ini menggandeng banyak pihak untuk turut serta dalam acara. Kebetulan saya ikut hadir dalam acara tersebut mewakili startup tempat saya bekerja saat ini yaitu Tamasia.

Lalu, apa saja yang dibahas dalam acara tersebut?

Saat ini perkembangan startup fintech terus bertumbuh pesat setiap tahunnya, sehingga OJK sebagai pihak yang berwenang untuk mengatur dan mengawas segala kegiatan yang ada dalam industri keuangan di Indonesia mengeluarkan peraturan terbaru POJK no. 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD). Pada peraturan terbaru ini, OJK ingin semua startup fintech yang ada saat ini dengan berbagai macam model bisnis dapat memiliki payung hukum yang resmi dan berlaku di Indonesia.

Bagaimana proses pendaftaran untuk aturan terbaru ini?

Sumber : Dokumen Pribadi

Pertama, Startup (kemudian disebut penyelenggara) harus mengajukan permohonan pencatatan kepada OJK Infinity (pusat inovasi keuangan digital). Permohonan pencatatan oleh penyelenggara diajukan dengan melengkapi dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Akta pendirian badan hukum (PT atau Koperasi)
  2. Biodata diri pengurus struktural
  3. Penjelasan produk atau jasa
  4. Rencana bisnis penyelenggara dalam jangka pendek, menengah dan panjang
  5. Formulir pencatatan (didapatkan saat melakukan pengajuan pendaftaran)
  6. Strategi manajemen resiko bisnis

Setelah melengkapi dokumen-dokumen tersebut maka penyelenggara akan mendapatkan tanda terima dari OJK Infinity menyatakan bahwa penyelenggara sudah melegkapi semua dokumen permohonan pencatatan.

Kedua, setelah mendapatkan status tercatat kemudian OJK Infinity akan melakukan pengelompokkan kepada pihak-pihak penyelenggara yang sudah melakukan proses permohonan pencatatan. Pengelompokkan tersebut berdasarkan model bisnis masing-masing penyelenggara. Kemudian, satu atau dua penyelenggara akan diproses untuk tahap selanjutnya yaitu Regulatory Sandbox.

Mungkin, kamu masih asing dengan istilah tersebut. Secara sederhana pengertian Regulatory Sandbox adalah program uji-coba model bisnis, produk, layanan dan tekologi. Dengan program tersebut maka OJK akan melihat dan mengevaluasi entitas bisnis dari penyelenggara. Dalam program ini dapat memakan waktu hingga satu tahun lamanya.

Pada tahap tersebut hasil akhir dari proses uji coba tersebut yaitu direkomendasikan, perbaikan dan tidak direkomendasikan. Setelah mendapatkan hasil direkomendasikan maka penyelenggara dapat melakukan kelanjutan pada tahap berikutnya.

Ketiga, tahap pendaftaran ke OJK. Pada tahap ini hanya berlaku untuk pihak penyelenggara yang sudah mendapatkan status direkomendasikan pada Regulatory Sandbox dan atau penyelenggara yang memiliki model bisnis yang sama denga penyelenggara yang mendapatkan status direkomendasikan. Maksimal enam bulan masa pendaftaran setelah mendapatkan status.

Jika serangkaian proses diatas sudah dilewati maka OJK akan memberikan tanda bukti terdaftar kepada penyelenggara dan terdaftar di OJK sehinga memiliki aturan hukum yang sah di Indonesia.

Menurut saya, dengan dibuatnya POJK Inovasi Keuangan Digital ini maka OJK benar-benar serius dan terbuka untuk menggarap sektor fintech sesuai perkembangan zaman agar memiliki payung hukum yang jelas dan transparan di Indonesia. Dari sisi pelaku startup fintech, POJK ini menjadi angin segar untuk terus berinovasi dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Dari sisi konsumen, dapat menambah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan produk atau jasa yang mudah dan praktis melalui teknologi saat ini.

Nah, kalau kamu ingin membaca POJK tersebut lebih detail, kamu dapat download disini. Jika kamu ingin melakukan proses pengajuan permohonan pencatatan atau ingin konsultasi terlebih dahulu ke bagian OJK Infinity kamu dapat isi form disini.

Semoga bermanfaat dan selamat datang di era Financial Technology 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *