Sumber: Dokumen Pribadi

Berkembangnya pasar modal syariah setiap tahunnya menjadikan peran penting pihak perusahaan untuk turut berkontribusi. Salah satunya adalah Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) yang terus melakukan inovasi dengan mengeluarkan produk reksa dana yang tepat untuk kebutuhan masyakarat. Komitmen dalam berinovasi ditunjukkan dengan meluncurkan produk reksa dana yang bernama Manulife Dana Kas Syariah (MDKS).

Dalam peluncuran produk baru tersebut, tak lupa MAMI menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk turut serta hadir dalam acara. MES menjadi salah satu organisasi yang dipercaya untuk meningkatkan literasi keuangan syariah khususnya pasar modal syariah kepada khalayak umum. Pada acara tersebut, saya turut hadir untuk mewakili Bidang 5 MES DKI Jakarta.

Acara yang diadakan dengan tema “Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Memajukan Keuangan Syariah Indonesia” pada hari Jumat tanggal 31 Agustus 2018 lalu bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia. Acara dimulai dengan semua pihak yang turut berpartisipasi dari MAMI, MES dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan opening bell pada pukul 09.00

Sumber: Dokumen Pribadi

Setelah selesai melakukan opening bell acara dilanjutkan dengan sesi diskusi oleh masing-masing pihak. Untuk MAMI diwakilkan oleh Bapak Legowo Kusumonegoro (Presdir MAMI) dan Ibu Justitia Tripurwasani (Head Compliance) lalu MES diwakilkan oleh Bapak Edy Setiadi (Sekjend MES) dan OJK diwakilkan oleh Ibu Fadilah Kartikasari (Direktur Pasar Modal Syariah). Masing-masing pihak memberikan presentasi yang kurang lebih memakan waktu hingga 30 menit acara.

Sumber : Dokumen Pribadi

Sesi pertama dimulai paparan materi oleh pihak OJK. Materi yang dipaparkan berkaitan dengan gambaran sejauh mana pasar modal syariah dapat berkontribusi dalam bidang keuangan syariah di Indonesia. Seperti gambar diatas maka lebih dari setengah industri keuangan syariah ditopang oleh pasar modal syariah dengan nominal asset sebesar 661 T. Jika kita break down lagi maka nominal asset tersebut terdiri oleh saham syariah, sukuk negara, sukuk korporasi dan reksa dana syariah.

Dari keempat produk tersebut, reksa dana syariah masih berada pada urutan nomer tiga setelah saham syariah dan sukuk negara. Padahal, hingga Agustus 2018, reksa dana syariah mencatatkan total Asset Under Management tertinggi sejak 2015 yaitu sebesar 32,2 T dengan rincian sebanyak 205 produk reksa dana syariah (semua jenis) yang tercatat saat ini. Dapat dilihat bahwa untuk saat ini reksa dana syariah masih memiliki potensi yang besar untuk terus bertumbuh kedepannya. Apalagi jika dilihat prosentasi industri keuangan syariah yang hanya memiliki market share 8,47% dibandingkan dengan total indusri jasa keuangan.

Sumber: Dokumen Pribadi

Sesi kedua dibuka dengan perkenalan singkat oleh Bapak Edy Setiadi selaku Sekjend MES. Dalam sesi ini, beliau lebih banyak memaparkan peran organisasi MES dalam mendukung pasar modal syariah guna meningkatkan literasi, inklusi dan akselerasi keuangan syariah di Indonesia. Sebagai organisasi yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah, MES sudah memiliki beberapa program seperti Sekolah Pasar Modal Syariah, Workshop Pasar Modal Syariah, Investor Gathering.

Beberapa program tersebut sudah rutin dijalankan hingga 30 tempat di berbagai wilayah di Indonesia. MES mendukung penuh berbagai kegiatan yang terus guna meningkatkan investor syariah dan juga produk-produk investasi syariah agar masyarakat dapat semakin banyak alternatif pilihan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Kedepannya MES akan tetap selalu mendukung penuh segala kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam bidang keuangan syariah.

Sesi terakhir diisi singkat oleh Bapak Legowo mengenai asal usul dibentuknya produk reksa dana syariah yang baru ini. Produk yang mengusung jenis reksa dana pasar uang ini menempatkan mayoritas dana pada deposito syariah dan sukuk korporasi yang jatuh tempo kurang dari setahun. Dari isi portofolio reksa dana tersebut, menurut saya sangat cocok untuk investor pemula atau investor yang memiliki profil risiko konservatif.

Dari hasil acara peluncuran produk ini saya mendapatkan banyak wawasan baru terutama perkembangan pasar modal syariah terkini serta bagaimana keuangan syariah memiliki potensi yang masih sangat besar untuk terus berkembang dari waktu ke waktu dengan melihat kondisi saat ini. Semoga kedepannya banyak pihak perusahan-perusahaan lainnya tidak hanya MAMI saja yang terus konsisten dalam berinovasi dan juga mengedukasi produk-produk reksa dana khususnya yang berbasis syariah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *