Apa Bedanya Private Equity dan Venture Capital?

Beberapa waktu yang lalu salah satu teman mengajukan pertanyaan yang sederhana ketika kita sedang asik berdiskusi.

“Dies, menurut kamu apa bedanya Private Equity dan Venture Capital karena keduanya secara sekilas memiliki model bisnis yang sama yaitu sama-sama bisnis investasi” seperti itulah kurang lebih pertanyaannya.

Spontan saja saya menjelaskan sepemahaman saya terkait kedua jenis perusahaan investasi tersebut. Nah, kebetulan karena belum pernah menulis terkait hal itu di blog ini maka akan saya jadikan satu postingan tersendiri.

Private Equity (PE)

Merupakan jenis perusahaan investasi yang umumnya berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dari berbagai sektor bisnis. Fokus utama PE disini adalah mencari perusahaan yang sedang mengalami sebuah masalah (sedang berkinerja buruk) tetapi masih memiliki valuasi perusahaan yang tergolong murah dan memiliki prospek yang bagus di masa depan.

Sehingga dengan dana investasi yang dimiliki oleh PE ini (biasanya dana investasinya didapatkan dari investor kelas kakap ataupun institusi lain yang lebih besar) perusahaan yang diinvestasikan akan diambil alih kepemilikan mayoritasnya bisa hingga 100% dan PE bertugas untuk mengubah perusahaan yang awalnya sedang bermasalah menjadi perusahaan yang menghasilkan profit yang besar di masa depan.

Untuk jangka waktunya pun PE lebih lama diatas lima tahun baru nanti PE akan memikirkan bagaimana exit strategy bisa dengan menjual kembali saham perusahaan di saat valuasi sudah mahal atau melakukan IPO. Salah satu contoh perusahaan PE yang terkenal di Indonesia adalah PT. Saratoga Investama Sedaya (SRTG) menjadi salah satu PE terbesar di Indonesia dan menjadi holding dari perusahaan-perusahaan yang diinvestasikan.

Venture Capital (VC)

Bagi para pelaku startup mungkin VC ini lebih familiar. Fokus utama VC disini adalah membantu perusahaan-perusahaan rintisan (biasanya technology company) dengan melakukan investasi untuk menambah modal dalam operasional bisnisnya.

Berbeda dengan PE, VC disini lebih menyukai perusahan rintisan dikarenakan modal investasi yang disalurkan juga tidak sebesar PE dan juga startup yang diinvestasikan berhasil berkembang lebih pesat kedepannya, VC akan mendapatkan return yang lebih besar daripada investasi PE ke perusahaan yang sudah mapan. Untuk VC tidak berfokus menjadi pemegang saham mayoritas seperti PE. Hanya fokus dalam penyaluran investasi saja.

Biasanya dalam menyalurkan dana investasi VC melakukannya dengan bertahap. Untuk jangka waktunya pun berbeda lagi, VC lebih pendek dari PE untuk melakukan exit strategy bahkan bisa kurang dari lima tahun tapi tergantung kembali ke masing-masing VC dalam mengatur strateginya. Lalu untuk contoh VC di Indonesia yang aktif saat ini seperti East Venture dan Fenox Venture Capital.

Dari penjelasan singkat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa baik PE atau VC walaupun sama-sama melakukan kegiatan investasi tetapi memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga memiliki plus dan minusnya sendiri. Apakah kamu punya pendapat lain?

Silahkan tulis di kolom komentar dibawah ya 🙂

 

Source: https://www.wallstreetmojo.com/private-equity-vs-venture-capital/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *