Ekspress Transindo Utama Melakukan PHK Karyawan, Bagaimana Kondisi Perusahaan Saat Ini?

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT. Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menyatakan bahwa pihak TAXI sudah melakukan PHK ke sejumlah karyawan. Tentu saja, para investor harus waspada terhadap tindakan perusahaan untuk melakukan PHK. Sebenarnya apa yang terjadi dengan saham berkode TAXI tersebut? Sejauh mana kondisi perusahaan saat ini?

Saat ini hampir semua lini bisnis perusahaan dihadapkan oleh perkembangan teknologi yang semakin mempermudah dalam operasional bisnis perusahaan. Tetapi perkembangan tersebut menjadi sebuah ancaman terhadap perusahaan lainnya yang tidak ingin berubah salah satunya adalah TAXI

Sumber : Aplikasi ChartNexus

Seperti kita lihat pergerakan harga saham diatas sejak tahun 2015 hingga 2017 saham TAXI memiliki pola strong downtrend dikarenakan kondisi bisnis perusahaan terganggu sejak munculnya berbagai macam transportasi online yang lebih mudah diakses oleh para konsumen. Terganggunya operasional bisnis perusahaan dapat tercermin dari penurunan harga saham TAXI hingga mencapai 95%.

Iya, kamu tidak salah baca, penurunan 95% dalam tiga tahun terakhir. Penurunan saham yang sangat siginifikan ini dapat mencerminkan bahwa investor mulai pesimis dengan kondisi TAXI ini kedepannya.

Sumber: Laporan Keuangan TAXI

Kondisi keuangan perusahaan dalam tiga tahun terakhir sungguh sangat memprihatinkan. Pendapatan semakin menurun dan paling parah hingga pertengahan tahun 2017. Tahun 2015 perusahaan masih mencatatkan pendapatan sebesar 510 Milyar kemudian 2016 menurun menjadi 374 Milyar hingga tahun 2017 masih merosot menjadi 158 Milyar. Perusahaan juga mencatatkan rugi bersih sebesar 133 Milyar yang turun sebesar 67% dari periode sama tahun 2016 walaupun pada tahun 2015 masih mencatatkan laba bersih.

Kondisi keuangan yang semakin parah membuat perusahaan harus mulai memangkas biaya dengan cara melakukan PHK karyawan dan melakukan penjualan asset yang dimiliki.

Ada tiga hal penyebab bisnis taksi ekspress mengalami trend penurunan dalam tiga tahun terakhir:

  1. Persaingan dengan transportasi online

Tahun 2015, mulai bermunculan transportasi on demand dengan menggunakan teknologi terkini yang memungkinkan pemesanan kendaraan baik mobil atau motor dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi hp. Dari sisi harga, transportasi online sangat jauh lebih murah dan lebih cepat dalam merespon permintaan pesanan konsumen.

Kemudahan yang ditawarkan oleh transportasi online mulai dilirik para konsumen saat ini. Selain itu taksi konvensional dalam hal ini taksi ekspress, dari pengalaman saya selama ini sering tidak menyenangkan. Dari sopir yang mau seenaknya mematok harga enggan menggunakan argo hingga sering lama menunggu untuk hanya sekedar naik taksi dan perbedaannya sangat jauh jika menggunakan transportasi online seperti Gojek, Uber, Grab.

  1. Belum ada kejelasan Permenhub transportasi online

Hingga saat ini secara regulasi transportasi online belum ada aturan yang mengikat Perang harga pun sudah tak terelakkan. Semakin murah akan semakin dilirik oleh konsumen. Perang harga yang semakin murah akan semakin membuat taksi konvesional semakin susah untuk bersaing.

  1. Enggan berinovasi

Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis transportasi harus menuntut perusahaan melakukan inovasi. Jika dilihat dari pesaingnya yaitu Blue Bird, dapat saya katakan bahwa Ekspress masih sangat minim berinovasi.

Saya sangat jarang menemukan iklan di media sosial dan media lainnya tentang bagaimana promosi yang menarik hati konsumen untuk menggunakan taksi ekspress ini kembali.

Blue Bird hingga saat ini sangat gencar dalam melakukan berbagai inovasi dari mempercantik aplikasi via hp hingga berbagai promo yang menarik untuk memikat hati konsumen kembali. Lalu bagaimana dengan Ekspress? Sepertinya lebih pasif dalam melakukan inovasi.

Dari beberapa uraian saya diatas apakah saham TAXI masih layak dibeli? Well.. saya juga tidak bisa banyak berbicara jauh mengenai peluang investasi saham TAXI tersebut dikarenakan gempuran bisnis dari pesaing di era digital saat ini masih besar dan akan semakin terus membesar.

Semoga ada jalan keluar agar TAXI bisa kembali naik sahamnya ke angka 1000. Kapan? Tidak ada yang pernah tahu untuk akan hal iniā€¦..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *