Apakah Kamu Sudah Siap Menghadapi Inflasi? Begini Cara Menaklukkannya!

Bagi sebagian orang yang memiliki latar belakang pendidikan dibidang ekonomi mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah inflasi. Tapi sebagian orang lagi tidak banyak yang terlalu paham mengenai inflasi dan apa dampaknya bagi kehidupan kita sehari-hari.

Ada banyak sekali berbagai sumber yang mengartikan istilah inflasi ini. Salah satunya adalah Wikipedia.

Dalam Wikipedia inflasi dapat diartikan sebagai

suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Secara sederhana inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga-harga secara umum disekitar kita setiap tahunnya.

Untuk melihat contoh nyata inflasi ini akan saya gunakan data yang diambil dari Badan Pusat Statistika (BPS).

Seperti yang dapat dilihat dari gambar diatas maka setiap tahunnya rata-rata inflasi pertahun mengalami kenaikan dan penurunan yang tak menentu. Jika dirata-rata dalam 5 tahun terakhir maka inflasi menghasilkan angka sebesar 5,46% kita bulatkan menjadi 5,5%. Angka inflasi tersebut dapat menjadi acuan berapa kenaikan harga kebutuhan kita secara umum setiap tahunnya.

Mari kita ambil contoh nyata agar lebih mudah dipahami.

Total biaya pendidikan kuliah S1 selama menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri pada tahun 2012 hingga 2016 (delapan semester) sebesar 18,2 juta. Lalu saya bandingkan dengan biaya kuliah delapan semester untuk mahasiswa baru saat ini dengan kuliah di program studi yang sama maka akan menghasilkan total biaya sebesar 28 juta (ternyata kenaikannya malah jauh melebihi dari rata-rata inflasi selama lima tahun terakhir)

Perbedaan biaya kuliah yang harus dikeluarkan lima tahun yang lalu jika dibandingkan mahasiswa baru saat ini bisa disebut “inflasi”. Kenaikan biaya kuliah saja begitu drastis apalagi kenaikan kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan lainnya.

Dari contoh sederhana yang saya jelaskan, apakah inflasi dapat dihindari? Tentu saja tidak. Inflasi tidak dapat kita hindari tetapi dapat kita taklukkan. Lalu bagaimana caranya?

Salah satunya adalah dengan cara berinvestasi di produk-produk yang memberikan imbal hasil yang dapat mengalahkan inflasi tahunan. Kenaikan harga-harga saat ini memang tidak bisa dihindari. Yang penting adalah kita berpikir untuk menyelamatkan uang kita agar tidak tergerus si “monster” inflasi ini.

Pada tulisan ini saya akan menekankan pembahasan pada investasi saham.

Saya ambil contoh jika pada tahun 2012 saya membeli saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) lalu apa yang terjadi?

Sumber: Yahoofinance

Dapat dilihat dari gambar diatas, saat investasi di saham TLKM di harga Rp 1600 pada tahun 2012 maka lima tahun kemudian menjadi harga Rp 4400. Kenaikan harga saham tersebut sebesar 175%. Jika kemudian dibagi lima tahun akan mendapatkan rata-rata kenaikan harga saham sebesar 35%. Dengan kenaikan investasi sebesar 35% per tahun tentu saja dapat mengalahkan inflasi tahunan yang hanya sebesar 5,5% tersebut.

Dari ilustrasi yang saya jabarkan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk menghadapi inflasi maka sudah saatnya kita mencari produk investasi yang imbal hasilnya dapat menaklukkan inflasi tersebut, agar nilai uang yang kita miliki tidak habis begitu saja. Salah satunya adalah dengan investasi saham.

Semoga bermanfaat! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *