Cari Investasi yang Lebih ‘Aman’? Obligasi Syariah Ini Layak Kamu Pertimbangkan!

Awal minggu ini saya mendapatkan informasi bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan Direktorat Pembiayaan Syariah secara resmi mengeluarkan alternatif investasi yakni obligasi syariah atau sering disebut sukuk. Lalu apa dan bagaimana sukuk itu? Mari kita bahas.

Obligasi syariah atau disebut juga sukuk merupakan salah satu instrumen investasi yang terdapat di Indonesia. Instrumen investasi ini cocok untuk investor yang ingin menerapkan prinsip syariah agar terjamin kehalalan dalam berinvestasi.

Pada tahun 2017 ini pemerintah mengeluarkan kembali sukuk yang sebelumnya sudah dikeluarkan sejak tahun 2009. Setiap tahun pemerintah mengeluarkan sukuk dengan berbagai imbal hasil yang berbeda-beda. Pada tahun ini sukuk yang bernama Sukuk Ritel seri SR 009 memiliki imbal hasil yang dipatok sebesar 6,9% per tahun dengan jangka waktu tiga tahun.

Lalu bagaimana skema awal untuk memulai berinvestasi di sukuk ini?

Seorang investor mendatangi salah satu dari 22 agen resmi penjual sukuk yang ditunjuk oleh kementerian keuangan. 22 agen resmi tersebut merupakan bank-bank besar yang sudah memiliki akses yang luas di Indonesia.

Dengan menyerahkan fotocopy ktp dan mengisi formulir di bank (bisa langsung nanya ke CS bank yang dituju) kemudian selanjutnya si investor mentransfer uang sesuai dengan nominal yang diisikan saat melakukan pendaftaran sukuk tersebut. Minimal investasi sebesar lima juta dan maksimal lima milyar untuk satu orang.

Masa pendaftaran investasi ini dilakukan sejak tanggal 27 Februari – 17 Maret 2016. Kemudian pada tanggal 20 Maret akan masuk masa penjatahan dimana setiap investor akan diberitahukan berapa besar dana yang berhak didapatkan (sesuai jatahnya dan besaran jatah investasinya dapat berbeda-beda). Jadi jika investor tadi mengisi nominal sebesar 500 juta maka di masa penjatahan tersebut sang investor bisa mendapatkan sebesar 500 juta itu atau bisa kurang dari nominal yang diinginkan.

Jika uang yang sudah ditransfer kelebihan dibandingkan jatah yang didapatkan maka uangnya akan dikembalikan. Lalu investor tinggal menunggu sampai masa konfirmasi kepemilikan maka setiap bulan investor akan mendapatkan setoran dana yang diakumulasikan selama setahun sebesar 6,9% dari jumlah nominal uang yang didapatkan saat masa penjatahan tadi.

Setelah tahun ke tiga investor akan mendapatkan pengembalian investasi pokok diawal beserta imbal hasil yang didapatkan selama tiga tahun. Instrumen ini cocok untuk investor yang memiliki profil risiko yang lebih konservatif yang takut kehilangan nominal investasi. Cocok juga untuk tujuan keuangan jangka menengah.

Instrumen ini selain menguntungkan dan memberikan ketenangan bagi investor (karena dijamin oleh pemerintah sehingga resiko gagal bayar sangat kecil) juga memberikan kemudahan untuk negara karena hasil pengumpulan uang dari investasi di sukuk ini berguna sebagai sumber pembiayaan APBN termasuk pembiayaan proyek infrastrukur. Tidak hanya itu saja, dengan berinvestasi di sukuk ini kita juga mendukung keuangan inklusif dan pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia.

Jadi, menurut saya pribadi, instrumeni ini sangat saya rekomendasikan bagi siapa saja yang ingin memulai untuk mencoba berinvestasi terutama di salah satu instrumen yang ada di pasar modal. Dengan kemudahan dan kenyamanan investasi yang akan didapatkan, sayang sekali jika melewatkan masa penawaran Sukuk Ritel SR 009 ini.

Untuk informasi yang lebih lengkap dari daftar bank hingga seluk beluk instrumen investasi ini dapat kamu lihat disini. Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *