Penjelasan Ini Akan Membantu Kamu yang Masih Bingung Mengenai Reksadana, Termasuk Produk Pasar Modal atau Produk Perbankan Ya?

Masih banyak investor yang sering salah mengucapkan atau terbalik antara reksadana dan danareksa seperti yang sudah saya bahas disini. Tetapi tidak hanya itu saja, investor juga kerap kebingungan untuk memahami apakah sebenarnya produk reksadana ini dimiliki oleh sektor perbankan atau sektor pasar modal.

Kebingungan itu lah yang akan saya coba bahas di tulisan kali ini agar memudahkan baik calon investor maupun yang sudah menjadi investor reksadana itu sendiri.

Perlu kita ketahui bahwa reksadana merupakan produk yang dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang dana kelolaannya di investasikan kembali pada instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi. Bisa dibilang reksadana merupakan produk turunan karena dihasilkan melalui istrumen utama yang disebutkan tadi.

Jadi dari penjelasan singkat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa reksadana merupakan produk pasar modal. Karena reksadana dikelola melalui MI yang dimana MI merupakan bagian dari institusi yang bergerak dalam sektor pasar modal. Contoh MI yaitu Samuel Aset Manajemen, Trimegah Aset Manajemen, Panin Asset Management dan lainnya.

Untuk membeli reksadana pun dapat langsung melalui MI. Jadi MI tidak hanya menjalankan fungsi untuk mengelola dana saja tetapi juga untuk memasarkan produk reksadana yang sudah dibuat sendiri.

Lalu bagaimana dengan perbankan?

Bank hanya menjadi agen penjual untuk produk reksadana. Agen penjual disini merupakan pihak yang menghubungkan antara MI dengan calon investor yang ingin membeli produk reksadananya. Bank sama sekali tidak mengelola transaksi jual beli atas dana yang terkumpul melalui reksadana.

Walapun hanya menjadi agen penjual, peran bank sangat membantu untuk para investor yang tidak tinggal di ibu kota. Kenapa? Karena sejauh yang saya ketahui, MI hanya berada di ibu kota saja dan di beberapa kota besar yang tidak bisa mencakup semua wilayah di Indonesia sehingga seringkali banyak calon investor yang enggan mencoba berinvestasi pada reksadana karena akses lokasi yang terbatas.

Dengan adanya bank keterbatasan akses untuk membeli produk langsung dari MI bisa diatasi. Hanya saja salah satu kelemahan jika membeli reksadana melalui bank, mayoritas harus dengan nominal investasi yang cukup besar diatas satu juta rupiah (saya bilang mayoritas karena ada beberapa bank memberi layanan untuk investasi hanya dengan nominal ratusan ribu tetapi itupun tidak semua bank)

Apakah ada perbedaan untuk membeli reksadana melalui Bank dengan melalui Manajer Investasi?

Sepengalaman saya tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya keterbatasan produk reksadana dan pilihan MI yang terbatas tidak selengkap jika kita langsung membeli ke MI nya. Maklum, bank hanya bekerjasama dengan MI yang memiliki skala nasional dan produk yang paling diminati investor saja yang dapat dibeli.

Mayoritas bank yang menjadi agen penjual hanya bank-bank yang berskala nasional. Disetiap daerahpun terbatas biasanya dikantor cabang utama yang menyediakan fasilitas penjualan produk reksadana.

Untuk pelayanannya baik di bank maupun di MI, sama-sama bagus. Yang pasti memiliki tim marketing yang akan memberikan penjelasan secara detail sesuai dengan kebutuhan investor untuk berinvestasi (biasanya sudah lolos sertifikasi wakil agen penjual efek reksadana). Ini sangat memudahkan bagi calon investor yang tidak paham sama sekali dengan produk reksadana.

Setelah saya jelaskan diatas semoga bisa bermanfaat untuk lebih memahami produk reksadana. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah ini ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *