Mau Mencoba Investasi Reksadana? Fitur Bukareksa Bisa Menjadi PIlihanmu

Bulan lalu saya sempat membahas mengenai launching nya salah satu fitur terbaru dari BukaLapak yang bernama BukaReksa. Fitur ini sementara baru bisa digunakan melalui desktop dan belum tersedia untuk mobile. Pada tulisan ini saya akan berbagi pengalaman berinvestasi reksadana melalui bukareksa.

Untuk mengakses fitur bukareksa yang pertama kali dilakukan adalah dengan register akun di Bukalapak (www.bukalapak.com) terlebih dahulu. Jika sudah berhasil lalu langsung login dengan akun yang kamu miliki. Menu register dan login ada di pojok kanan.

Fitur bukareksa terdapat pada bagian profil yang ada di pojok kanan posisinya sama dengan saat register awal tadi.

Proses pendaftaran selanjutnya dibagi menjadi empat tahap.

Pertama, calon investor diwajibkan untuk mengisi data diri dan alamat surat menyurat yang berguna untuk keperluan antara Manajer Investasi (MI) dan nasabah. Biasanya surat yang dikirimkan terkait perkembangan reksadana kita (ada hardcopy lewat surat dan softcopy lewat email). Jangan lupa juga untuk mempersiapkan scan ktp terlebih dahulu jadi saat proses register hanya tinggal upload saja.

Kedua, calon investor mengisi data pekerjaan dan penghasilan. Data ini berguna untuk melihat sumber uang investasi berasal dari mana.

Ketiga, pada tahap ini calon investor mengisikan data terkait rekening bank yang digunakan untuk transaksi baik investasi maupun penarikan dana. Menurut saya pilihan bank yang tersedia lengkap jadi caon investor tidak perlu ribet karena semua bank terdapat pada daftar ini.

Ada catatan bahwa jika menggunakan selain Bank BCA akan dikenakan biaya transfer antar bank setiap penjualan reksadana.

Keempat, setelah pengisian berbagai data maka diakhiri dengan proses untuk tanda tangan digital. Salah satu caranya pihak Bareksa (pihak yang bekerja sama dengan Bukalapak untuk membuat Bukareksa) akan mengirimkan sms ke nomor hp yang sudah dicantumkan pada profil. Menurut saya ini menarik karena sangat mudah, tidak ribet dan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Setelah beberapa proses yang sudah dilewati, kita hanya menunggu 1×24 jam untuk proses akun Bukareksa hingga dapat digunakan. Jika sudah jadi kita dapat mengakses menu Bukareksa kembali dan tampilannya pun sudah berubah seperti ini.

Perlu diingat sebelum membeli produk reksadana melalui Bukareksa kita terlebih dahulu harus melakukan Top Up BukaDompet (menunya ada di profil) yang minimal nominalnya adalah 10 ribu . Pembayarannya bisa melalui transfer via atm ataupun melalui supermarket terdekat.

Jika saldo BukaDompet sudah terdapat minimal 10 ribu maka dapat melakukan akses untuk pembelian reksadana melalui menu Bukareksa. Disana juga terdapat download prospektus dan keterangan ringkas terkait produk reksadana yang akan dibeli. Untuk saat ini reksadana yang tersedia hanyalah reksadana jenis pasar uang yang memiliki return yang paling kecil diantara jenis reksadana tetapi resikonya juga kecil.

Setelah berhasil melakukan pembelian maka keesokan harinya (saat hari kerja) maka reksadana sudah masuk dibagian portofolio. Kali ini saya mencoba untuk investasi sebesar 10 ribu. Dan memang terbukti bisa!

Secara keseluruhan saya sangat menyukai fitur Bukareksa ini. Kenapa? Selain aksesnya sangat mudah dan cepat, saya juga menghemat waktu tidak harus datang ke kantor Manajer Investasi untuk membeli produk reksadana.

Apakah investasi ini terpercaya? Ya, sangat terpercaya karena Bukalapak sudah bekerjasama dengan Bareksa yang dimana sebagai Agen Penjual Reksa Dana yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagaimana returnnya? Karena ini reksadana jenis pasar uang dalam setahun hanya bisa memberikan return sekitar 5-7% per tahun. Memang sangat kecil tetapi ini sangat berguna untuk memperkenalkan reksadana kepada masyarakat umum bahwa reksadana memiliki berbagai jenis dan keuntungan yang berbeda-beda.

Walau saat ini jenis reksadana yang tersedia hanya baru satu produk, harapannya kedepannya ada banyak jenis reksadana yang tersedia agar membeli reksadana semudah seperti belanja online. Biar gak konsumtif melulu tetapi harus produktif dengan menyisihkan uang untuk investasi masa depan.

Semoga bermanfaat! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *