3 Hal yang Harus Kamu Pahami Agar Tak Terjebak Investasi Bodong

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat mendengar kasus penipuan berkedok investasi yang dijalankan oleh Koperasi Pandawa Mandiri Group yang mengakibatkan kerugian anggota hingga miliaran rupiah. Tidak hanya itu saja, saya juga mendengar kasus yang menimpa salah satu artis, Kevin Aprillio, yang dimana uang investasinya dibawa kabur oleh pihak pengelola dalam kasus ini pada investasi valuta asing. Karena sedang banyaknya kasus yang serupa, saya akan mencoba membahas beberapa hal yang harus dipahami sebelum berinvestasi.

Jangan cepat tergiur janji retun investasi yang besar

Sejauh ini, banyak sekali yang terjebak hanya karena tawaran return yang besar. Perlu diingat bahwa konsep High Risk High Return selalu berlaku dalam hal apapun terutama untuk investasi. Jika mendapat tawaran investasi yang returnnya hingga 10% per bulan seperti yang dialami oleh para korban Koperasi Pandawa Mandiri Group harus berhati-hati.

Return 10% per bulan menurut saya sudah tidak wajar lagi. Dalam satu tahun maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 120%. Katakanlah berinvestasi sebesar 1 juta pada awal tahun maka diakhir tahun akan mendapatkan 2,2 juta dengan begitu sangat cepat tanpa resiko apapun.

Coba dibandingkan dengan produk investasi reksadana yang sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dimana rata-rata dapat memberikan return sebesar kurang lebih 15% dalam setahun dan itupun bisa kurang dari itu. Dapat dilihat bahwa untuk produk yang sudah dikelola oleh profesionalnya dan memiliki izin saja tidak memberikan jaminan pasti keuntungan yang gila-gilaan hingga 100% lebih dalam kurun waktu yang singkat.

Periksa produk atau jasa yang dimiliki oleh pihak pengelola dana

Banyak sekali tawaran investasi yang tidak memiliki produk dan hanya berdasarkan proses rekuritmen anggota baru. Jika menemukan yang seperti itu harap berhati-hati karena lebih banyak uang yang dikumpulkan dari investor hanya untuk gali lubang dan tutup lubang.

Tanyakan terlebih dahulu kepada pihak pengelola alur keuntungan yang didapatkan bersumber dari mana saja. Jika pihak pengelola tidak dapat menjawab dengan alasan yang rasional maka biasanya menggunakan skema investasi Skema Ponzi yang dapat merugikan semua anggota yang terdaftar dan rentan uang yang dikumpulkan dari para anggota akan dibawa lari.

Jika masih ragu, alangkah baiknya berinvestasi di produk-produk yang mudah dipahami seperti investasi emas, tanah, properti, pasar modal dan lainnya. Mengejar keuntungan itu wajar tetapi sebagai investor yang pintar harus memahami produk investasinya terlebih dahulu. Atau dapat bertanya kepada financial planner untuk memudahkan dalam memahami dan memilih produk investasi.

Lihat legalitas dan izin dari OJK

Saat ini, OJK merupakan salah satu lembaga yang mengatur dan mengawasi lembaga lainnya yang bergerak dalam jasa keuangan. Dengan adanya OJK ini dapat memudahkan dan memberikan rasa yang aman kepada masyarakat ditengah banyaknya tawaran investasi yang illegal. Untuk menjadi legal dan diawasi oleh OJK maka harus mengikuti proses serangkaian pendaftaran untuk mendapatkan izin resmi.

Baru-baru saja OJK mengeluarkan daftar investasi illegal yang dapat dilihat disini. Jika ingin lebih tenang dalam berinvestasi maka tanyakan terlebih dahulu kepada pihak pengelola dana apakah sudah memiliki izin operasional resmi dari OJK. Apabila masih belum memiliki izin sebaiknya berhati-hati dan harus mengetahui track record si pengelola agar uang yang kita investasikan aman dan dapat dipercaya.

Tiga hal yang sudah saya jelaskan diatas semoga dapat memberikan referensi untuk para pembaca blog ini agar lebih hati-hati dalam berinvestasi. Tapi jangan takut untuk berinvestasi karena masih banyak sekali produk yang benar dan memberikan rasa tenang tanpa harus was-was uangnya dibawa kabur.

Jika masih ada pertanyaan tentang seputar tulisan ini, silahkan bertanya lewat kolom komentar dibawah ini ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *