Menyambut Resolusi Tahun 2017

Sudah lima hari berlalu sejak suara terompet jam 12 malam terdengar sebagai tanda pergantian tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, momen pergantian tahun bagi saya menjadi sebuah pijakan baru dalam mengejar impian. Salah satu untuk menyambut momen itu dengan membuat resolusi setiap tahunnya.

Saya mendengar istilah resolusi sejak mahasiswa sekitar tahun 2012. Dan saya menjadi salah satu orang yang mempersiapkan segala rencana di tahun berikutnya dengan merangkumnya menjadi poin-poin resolusi. Hasilnya? Lebih banyak menjadi wacana 🙂

Masih segar dalam ingatan, saya pernah menulis sekitar 10 resolusi yang harus saya jalankan. Dan ke 10 tersebut tidak ada yang terwujud sama sekali. Anehnya saya masih menuliskan seperti itu hingga tahun 2016.

Disatu sisi, semangat awal tahun karena memiliki resolusi memang terasa beda. Tapi namanya hidup, banyak yang tidak sesuai dengan harapan. Dalam perjalanan setahun dari bulan Januari hingga Desember banyak hal yang lebih menarik untuk dikerjakan ketimbang resolusi yang dibuat awal tahun.

Lalu saya mulai sadar, buat apa saya susah-susah mikir untuk buat resolusi kalau pada akhirnya hanyalah sebuah wacana belaka. Ngikut tren? Mungkin seperti itu. Mewujudkan resolusi yang dibuat awal tahun benar-benar butuh usaha tersendiri karena lebih mudah terlupakan seiring aktifitas masing-masing orang yang bertambah sibuk dari tahun ke tahun.

Kebetulan bulan Desember lalu saya sempat berkunjung di salah satu blog self development kesukaan saya yang diasuh oleh Pak Jamil Azzaini yakni jamilazzaini.com . Saya sempat melihat video di salah satu postingan blog tersebut dan disitu saya mendengar Pak Jamil menceritakan pentingnya punya arah tujuan jika ingin mencapai suatu tujuan kita. Diibaratkan dengan naik kapal, jika tidak memiliki tujuan yang pasti maka kapal akan lebih lama terombang ambing dilautan karena tidak punya arah yang dituju.

Setelah melihat video tersebut saya berpikir bahwa resolusi bukanlah sebuah tren awal dan akhir tahun saja tetapi menjadi sebuah arah untuk mencapai sebuah tujuan. Tidak ada salahnya memiliki resolusi setiap tahunnya asal memang jelas kemana tujuan tersebut. Kalau tidak jelas dan asal-asalan, mending gak usah dulu deh daripada jadi wacana lagi 😀

Mulai tahun ini saya menyederhanakan resolusi saya menjadi tiga poin utama apa saja yang harus saya capai dalam tahun ini. Dengan memiliki lebih sedikit resolusi akan lebih mudah diingat tapi tentu saja harus yang lebih greget dan usaha untuk mewujudkannya harus lebih besar ketimbang punya 10 resolusi yang abal-abal. Lalu dari tiga poin utama tersebut saya buat langkah-langkah setiap bulannya sebagai progress sejauh mana saya mewujudkannya. Beberapa hal kecil yang harus mulai dirubah dalam menyambut resolusi setiap tahun.

Ya semoga resolusi tahun ini akan lebih bisa terwujud dan bisa memberikan manfaat banyak hal setidaknya dalam kehidupan saya pribadi agar menjadi manusia yang lebih baik kedepannya. Kalau kamu, sudah punya resolusi tahun ini? Yuk sama-sama mewujudkannya biar gak jadi wacana semata 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *